Kamis, 4 Juni 2026

Sound Horeg Dianggap Meresahkan, Benarkah Sudah Masuk Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah di Malang?

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 9 Oktober 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi sound horeg di Jember (Freepik/ jcomp)
Ilustrasi sound horeg di Jember (Freepik/ jcomp)

 

SketsaNusantara.id - Sound horeg berulah lagi, kali ini warga Jember warungnya harus dirusak agar truk yang memuat sound itu bisa lewat, inilah tanggapan dari pemilik sound.

Fenomena sound horeg yang akhir-akhir ini dianggap meresahkan cukup menarik atensi masyarakat, selain dianggap bising dan menimbulkan kerusakan namun tak jarang banyak pula masyarakat yang suka.

Tak bisa dipungkiri keberadaan sound horeg membuat sejumlah acara menjadi meriah dan lebih hidup. Namun bagaimana jika sampai berlebihan dan dilakukan berhari-hari serta berakibat merugikan orang lain?

Baca Juga: Buntut Seorang Ibu Nyaris Dikeroyok di Pati, Intip Dampak Sound Horeg yang Marak Jelang HUT RI 2024, Bisa Sebabkan Kematian?

Keberadaan sound horeg kini akhirnya menjadi pro dan kontra di tengah masyarakat, dimana sound horeg sendiri konon berasal dari istilah Jawa yang artinya suara bergetar sehingga sound horeg bisa diartikan sebagai suara yang menimbulkan getaran.

Namun meski demikian tak jelas sebetulnya dari mana budaya sound horeg ini muncul, ada yang menyebut bersalah dari Malang, Pasuruan bahkan Blitar.

Akan tetapi terlepas dari mana sound horeg ini berasal, namun sejumlah orang mengklaim bahwa fenomena sound horeg telah menjadi sebuah budaya di Malang.

Baca Juga: Meresahkan! Sound Horeg di Jember Rusak Warung Warga Agar Bisa Lewat, Netizen: SDM Rendah...

Hal itu diungkap oleh sejumlah pemilik sound horeg yang berasal dari Malang, bahwa sound horeg di Malang sendiri saat ini sudah masuk PPKD atau Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah.

Artinya, menurutnya mau tak mau sound horeg di Malang sudah menjadi semacam budaya yang tidak bisa dihapuskan lagi.

"Sound horeg di Malang itu sudah masuk PPKD," tutur David pemilik sound horeg dari Malang,  dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube ALI ID.

Baca Juga: Sejarah Karnaval Sound System, Hiburan yang Kerap Meresahkan, Pernah Viral di Malang hingga Pati

"PPKD itu Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, sudah membudaya jadi kalau mau dihapus sudah tidak bisa karean sudah masuk kebudayaan," tambahnya.

Untuk itu David menuturkan keberadaan sound horeg sudah menjadi budaya yang tak bisa dihapuskan meski banyak pro dan kontra di masyarakat.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube ALI ID

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X