Minggu, 19 Juli 2026

Jadi Guru Lebih Penting, Inilah Alasan Dik Doank Tinggalkan Dunia Hiburan: Bodoh itu Nggak Enak

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 24 November 2024 | 06:00 WIB
Pensiun dari dunia hiburan, Dik Doank memutuskan mendirikan sekolah. (Kolase Instagram.com/dikdoank_official/kandankjurank)
Pensiun dari dunia hiburan, Dik Doank memutuskan mendirikan sekolah. (Kolase Instagram.com/dikdoank_official/kandankjurank)

SketsaNusantara.id - Dalam gemerlap dunia hiburan di Indonesia, ada sejumlah sosok yang ternyata memilih meninggalkan kariernya dan justru mengabdikan diri pada bidang pendidikan.

Salah satunya adalah Dik Doank, seorang musisi yang dikenal di era 90-an.

Selain pernah merilis 3 album studio, Dik Doank juga dikenal lewat sejumlah peran di film. Sosoknya juga kerap berseliweran di layar televisi sebagai presenter.

Baca Juga: Kenal Lebih Dalam! 4 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Harumkan Pendidikan Indonesia, Dikenang Saat Momen Hari Guru Nasional

Tak hanya itu, pria yang bernama asli Raden Rizki Mulyawan Kartanegara Hayang Denda Kusuma ini juga berbakat dalam seni grafis, terbukti dari sejumlah goresan karyanya di album-album musik para musisi dari Koes Plus hingga Nike Ardilla.

Namun, di tahun 2006 ia memutuskan meninggalkan dunia hiburan dan mendirikan sekolah alam Kandank Jurank.

Ia menuturkan alasan mendirikan sekolah itu dalam sebuah acara televisi, terkait dengan pengalamannya masa kecil saat menempuh pendidikan.

Baca Juga: 4 Ide Kado untuk Menyambut Hari Guru Nasional 2024, Rekomendasi Hadiah yang Lucu, Simpel, dan Berkesan

Pria kelahiran 21 September 1968 itu mengaku pernah tidak naik kelas waktu Sekolah Dasar (SD).

"Aku ndak naik kelas, SD ndak naik kelas," ucap Dik Doank, dikutip SketsaNusantara.id dari video kanal Youtube tvOneNews yang diunggah 28 Februari 2021.

Perjalanannya dalam dunia sekolah pun tidak begitu mulus karena bukan termasuk siswa pintar.

Baca Juga: 3 Puisi Hari Guru Nasional 25 November 2024, Pesan Apresiasi Singkat Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Namun, begitu masuk bangku kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan sesuai minatnya, ia berhasil menjadi lulusan terbaik.

"Tapi begitu masuk IKJ, aku masuk terbaik, aku lulus terbaik. Karena semangatku seni doang," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube tvOneNews

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X