SketsaNusantara.id - Salah satu terdakwa dalam kasus korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah di IUP PT Timah tahun 2015-2022 atau kasus korupsi timah, meninggal dunia.
Ia adalah Suparta, mantan Direktur Utama PT. Refined Bangka Tin atau RBT yang divonis penjara 19 tahun.
Suparta meninggal dunia pada Senin, 28 April 2025 saat tengah menjalani hukuman penjara di Lapas Cibinong Bogor.
Suparta merupakan satu dari 19 terdakwa kasus korupsi timah yang sudah divonis hakim.
Mendiang terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang atau money laundry dari aliran dana yang diterimanya.
Suparta yang mendapatkan aliran dana Rp4,57 triliun ini awalnya divonis 8 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.
Ia pun diwajibkan membayar uang pengganti atas kerugian negara sebesar Rp4,57 miliar tersebut.
Namun pada Februari 2025, hukuman penjara Suparta diperberat hingga 19 tahun usai Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan permohonan banding Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Usai Suparta meninggal, muncul pertanyaan siapa yang harus membayar kerugian negara Rp4,57 miliar di atas.
Aturan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dikutip dari laman resmi BPK RI.
Artikel Terkait
Siapa Toni Tamsil? Terdakwa Kasus Korupsi Timah yang Rugikan Negara Rp 300 Triliun, Cuma Divonis 3 Tahun
Pemilik Sriwijaya Air Hendry Lie Ditangkap! Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT Timah yang Rugikan Negara Rp300 T
Protes, Mahfud MD Pertanyakan Vonis 211 M Harvey Moeis Meski Terlibat Kasus Korupsi Timah 300 T: Cuma 0,007 Persen dari Kerugian Negara
Drama Baru! Bambang Hero Diduga Salah Perhitungan Jumlah Kerugian Korupsi Timah: Saya Malas...
Cek! 4 Fakta Terkini Tentang Putusan Terbaru Hukuman Korupsi Timah Harvey Moeis, Gimana Nasib Aset Mewah yang Sudah Dirampas?