Salah satu operasi paling bersejarah yang diikuti Martadinata adalah Operasi Trikora dalam upaya merebut kembali Irian Barat dari Belanda.
Kemudian pada tahun 1959, ia resmi diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan menjalankan banyak inovasi serta modernisasi dalam tubuh Angkatan Laut.
Salah satu kontribusi terbesarnya yakni pengadaan kapal-kapal perang modern sebagai usaha untuk memperkuat armada laut Indonesia.
Bahkan pasa masa itu, Angkatan Laut Indonesia menjadi salah satu kekuatan maritim terbesar yang ada di Asia Tenggara.
Baca Juga: Karena Jasa Besarnya pada Imlek dan Etnis Tionghoa, Gus Dur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Martadinata juga melakukan program pelatihan intensif untuk prajurit ALRI dan para perwira sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur.
Selain itu, dirinya juga menanamkan semangat juang dan nasionalisme yang tinggi di kalangan prajuritnya.
Ia selalu menekankan bahwa menjaga kedaulatan laut Indonesia adalah bagian yang sangat penting.
Alhasil di bawah kepemimpinannya, ALRI sukses mempertahankan kedaulatan perairan Tanah Air dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kisah di Balik Kamar Nomor 33 Hotel Majapahit, Saksi Bisu Pertempuran Surabaya 10 November hingga Lahir Hari Pahlawan
3 Pahlawan Wanita Indonesia yang Menginspirasi Generasi Z untuk Berani Melawan Ketidakadilan
Prabowo Subianto Lakukan Peletakkan Bunga di Monumen Pahlawan Tiananmen, Tanda Penghormatan ke Pahlawan Nasional China
Kenal Lebih Dalam! 4 Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Harumkan Pendidikan Indonesia, Dikenang Saat Momen Hari Guru Nasional
Pengabdiannya Luar Biasa, Inilah Asal Mula dan Alasan Guru Layak Disebut sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Satu-Satunya, Inilah Tokoh PKI yang Dimakamkan di TMP Kalibata hingga Bergelar Pahlawan Nasional, Siapa?