Minggu, 19 Juli 2026

Kisah di Balik Kamar Nomor 33 Hotel Majapahit, Saksi Bisu Pertempuran Surabaya 10 November hingga Lahir Hari Pahlawan

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 6 November 2024 | 12:00 WIB
Kamar paling bersejarah di Hotel Majapahit Surabaya (hotel-majapahit.com)
Kamar paling bersejarah di Hotel Majapahit Surabaya (hotel-majapahit.com)

 

SketsaNusantara.id - Peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November tak lepas dari peristiwa Pertempuran Surabaya.

Begitu juga dengan Hotel Majapahit yang menjadi saksi bisu konflik Indonesia dengan Sekutu dan Belanda hingga menyebabkan terjadinya Pertempuran Surabaya.

Di hotel inilah para pemuda Surabaya merobek warna biru pada bendera Belanda yang kemudian memicu lahirnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Parade Juang Memperingati Hari Pahlawan di Surabaya, Kini Sudah Masuk Agenda Karisma Event Nusantara Kemenparekraf

Selain menjadi saksi bisu perombekan warna biru bendera Belanda, hotel ini juga menyimpan kisah lain di salah satu kamarnya, tepatnya di kamar nomor 33.

Di kamar inilah terjadi peristiwa yang menjadi awal mulanya Pertempuran Surabaya hingga kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kamar nomor 33 di Hotel Majapahit ini pun menjadi kamar paling bersejarah.

Baca Juga: Kenapa Bung Tomo Tidak Dimakamkan di Makam Pahlawan? Ini Alasan Tokoh Pertempuran 10 November Tersebut Dikuburkan di TPU

Sebelumnya, Hotel Majapahit awalnya bernama Oranje Hotel yang dibangun pada tahun 1910.

Dikutip dari situs Ensiklopedia Kemdikbud, hotel ini dibangun oleh Lucas Martin Sarkies, seorang pengusaha Iran yang memiliki jaringan perhotelan di Asia Tenggara.

Saat Jepang menjajah Indonesia pada tahun1942, hotel ini pun jatuh ke pasukan Negeri Matahari dan berganti nama menajdi Hotel Yamato.

Baca Juga: Detik-Detik 10 November 2024! Apakah Ada Hari Libur Nasional Hingga Cuti Bersama Untuk Hari Pahlawan Warga Indonesia?

Hotel ini juga berubah fungsi yakni menjadi markas militer Jepang saat itu.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: TikTok @jadimaukemana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X