SketsaNusantara.id - Koalisi Masyarakat Sipil kembali menyerukan aksi demonstrasi penolakan UU TNI pada Kamis, 27 Maret 2025.
Aksi demo hari ini akan digelar di Gedung DPR RI Jakarta pukul 13.30 WIB.
Selain di Jakarta, seruan aksi demo pada Kamis, 27 Maret 2025 di sejumlah daerah juga bermunculan.
Pada aksi demo kali ini, beredar himbauan bagi para pendemo untuk mengenakan sejumlah alat pelindung saat melakukan aksi.
Selain alat pelindung seperti helm keamanan, pendemo juga dianjurkan untuk membawa obat-obatan pribadi, perlengkapan pertolongan pertama hingga pakaian dan sepatu yang nyaman.
Penulis sekaligus aktivis Aurelia Vizal juga menyarankan para pendemo untuk mencontoh perlengkapan pengunjuk rasa di Hongkong saat melakukan protes beberapa waktu lalu.
“Teman-teman yang besok turun aksi, jangan lupa pakai alat pelindung diri yang lengkap ya, bawa obat-obatan pribadi, First Aid dan sepatu yang nyaman,” tulisnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari akun X @senjatanuklir,
Dalam cuitan tersebut, Aurelia membagikan gambar alat pelindung diri yang digunakan demonstran Hongkong.
Dari gambar yang diunggah, berikut ini daftar alat pelindung diri yang sebaiknya digunakan para pendemo.
Baca Juga: Ambulance Bantuan untuk Aksi Demo di Karawang Diduga Dijebak Polisi, Begini Kronologi Lengkapnya
1. Goggles
Artikel Terkait
Setuju Revisi UU TNI, Aktivis Dandhy Laksono Sindir PKS dan PDIP: Partai yang Besar karena Reformasi 98 Tapi...
Revisi UU TNI: Antara Profesionalisme dan Kekhawatiran Kembalinya Dwifungsi ABRI
Demo di Jember Hari Ini, Seruan Aksi Tolak UU TNI Viral di Media Sosial, Berikut 8 Tuntutan Demonstran kepada Pemerintah dan DPRD Jember
Viral Isi Chat Grup Polisi Saat Aksi Penolakan UU TNI di Surabaya, Salah Satu Perintahnya Jadi Sorotan! Netizen Mention Divpropam Polri
Profil Ridwan Kamil, Eks Gubenur Jawa Barat yang Dirumorkan Selingkuh dengan Lisa Mariana, Pendidikan hingga Karir Politik
Beredar Foto Mesra Ridwan Kamil dan Lisa Mariana Saat Masih Jalin Hubungan: Gundik Minta Keadilan
BNI Bagikan Dividen Rp13,95T di RUPST 2025, Saham Buyback Rp1,5T Disetujui