SketsaNusantara.id - Penyerangan terhadap tim medis di aksi demo yang dilakukan oleh aparat kepolisian kembali terjadi.
Kali ini, tim medis dari Humanies Project yang tengah bertugas dalam aksi demo Tolak UU TNI di Karawang 'dijebak' oleh polisi yang berjaga.
Seperti dilansir dari akun X @humaniesproject, mulanya tim medis Humanies Project berjaga di aksi demo di Karawang sekitar pukul 8 malam.
Tak lama dari itu, ambulance yang tengah berjaga untuk membantu massa aksi yang terluka justru dimanfaatkan oleh polisi untuk menangkap massa aksi.
Seorang massa aksi yang mengalami sesak napas dibawa ke ambulance untuk mendapatkan pertolongan medis.
"Namun setelah korban memasuki ambulance, aparat ikut masuk ke dalam ambulance dan mengancam untuk mengubah rute menuju polres sementara ambulance kami tidak ditahan," tulisnya.
Saat itulah petugas ambulance diancam oleh polisi yang memaksa masuk ke ambulance.
Polisi tersebut memaksa petugas ambulance untuk mengarahkan ambulance tersebut ke Polres, bukan ke Rumah Sakit.
"petugas ambulance diancam dan dipaksa untuk membawa korban ke Polres, bukan ke rumah sakit," katanya.
Sebelumnya, Humanies Project mengaku mendapat permintaan melalui DM untuk mengirimkan ambulance ke lokasi aksi di Karawang.
"Namun, komunikasi dengan pihak tersebut terkesan bertele-tele, dan setelah ditelusuri, mereka ternyata tidak berada di lokasi aksi,"
Artikel Terkait
Demo Tolak UU TNI di Depan Gedung Grahadi Surabaya, Polisi Diduga Tembaki Massa Aksi dengan Water Cannon hingga Lakukan Penculikan
BRINGAS! Polisi Tendang Dada hingga Kepala Pendemo Tolak RUU TNI di Surabaya, Padahal Jalan Korban Sudah Pincang
Viral Isi Chat Grup Polisi Saat Aksi Penolakan UU TNI di Surabaya, Salah Satu Perintahnya Jadi Sorotan! Netizen Mention Divpropam Polri
Ketua AJI Surabaya Kecam Tindakan Kekerasan oleh Aparat Terhadap 2 Wartawan yang Meliput Demo, Sebut Polisi Tak Paham Tugas Jurnalis
Aksi Demo Tolak UU TNI di Surabaya Chaos, Jurnalis Berita Jatim Alami Kekerasan Dari Polisi, Aktivis HAM Soroti 3 Hal Ini