SketsaNusantara.id - Demo tolak Revisi Undang-Undang TNI (RUU TNI) tengah berlansung di sejumlah wilayah.
Tidak sedikit aksi demonstrasi menolak RUU TNI ini berakhir ricuh dan chaos di banyak tempat.
Salah satunya yang berlangsung di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, pada 24 Maret 2025 kemarin.
Massa aksi yang terdiri dari masyarakat sipil tumpah ruah membawa spanduk penolakan RUU TNI.
Baca Juga: Jangan Sembarangan, Apa Hukum Pakai WiFi Tetangga Tanpa Izin? Ini Penjelasan dalam Islam
Banner bergambar Presiden Prabowo dan 9 aktor di balik RUU TNI pun ikut terpampang nyata dalam demo tersebut.
Geram dengan aksi pejabat negara yang kian merajarela, massa aksi membakar gambar presiden beserta ke 9 aktor pencetus RUU TNI.
Suasa demo di Surabaya benar-benar ricuh, polisi beberapa kali menembakkan water cannon ke arah massa.
Banyak peserta demo yang akhirnya ditangkap oleh aparat.
Baca Juga: Mudahkan Transaksi Warga Sekitar, Layanan BRILink Juga Jadi Penopang Ekonomi Keluarga
Kini viral sebuah video seorang massa aksi demo yang ditendang oleh polisi tepat di bagian dada hingga kepala.
Video berdurasi 00:09 detik itu memperlihatkan seorang massa aksi demo tolak RUU TNI menggunakan kaos hitam dan celana panjang serta bermasker.
Pemuda tersebut berjalan dengan dipapah banyak orang dalam posisi pincang.
Dari arah depan tiba-tiba seorang polisi masih lengkap dengan atribut yang dibawa menendang pemuda tersebut hingga tersungkur.
Artikel Terkait
Drama Pengesahan RUU TNI: Dari Massa Protes, Buzzer Gelagapan, hingga Dugaan Dukungan yang Tak Paham Konteks
Ikut Demo Tolak RUU TNI, Ferry Irwandi Traktir Demonstran Siomay 2 Gerobak: Kalian Nggak Sendiri
Ramai Penolakan RUU TNI, Wahyu Al Fajri: Opini Publik Terlalu Dibesar-besarkan
Draf RUU TNI Tak Kunjung Diunggah, Fedi Nuril Sentil Ketua DPR Puan Maharani: Pernyataan yang Tidak Profesional!
RUU TNI Digugat ke Mahkamah Konstitusi Oleh 7 Mahasiswa UI, Prabowo Subianto Tak Jadi Menandatangani?