Sabtu, 18 Juli 2026

BNI Bagikan Dividen Rp13,95T di RUPST 2025, Saham Buyback Rp1,5T Disetujui

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 27 Maret 2025 | 08:57 WIB
BNI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu 26 Maret 2025. (Dok. BNI)
BNI menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu 26 Maret 2025. (Dok. BNI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025.

Dalam rapat ini, pemegang saham menyetujui berbagai keputusan strategis, termasuk pembagian dividen tunai, program buyback saham, serta perubahan susunan direksi dan dewan komisaris.

Salah satu keputusan utama adalah pembagian dividen tunai sebesar Rp13,95 triliun atau Rp374 per saham. Selain itu, BNI juga mendapatkan persetujuan untuk melakukan buyback saham senilai Rp1,5 triliun.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Permintaan Uang Kecil, BNI Tebar ATM Pecahan Rp20.000 di 41 Lokasi Se-Indonesia Mulai dari Lampung hingga Papua

Di sisi manajerial, terjadi perubahan dalam susunan direksi dan dewan komisaris, termasuk pengangkatan Putrama Wahju Setyawan sebagai Direktur Utama yang baru.

BNI mencatat laba bersih sebesar Rp21,46 triliun pada tahun buku 2024. Dari jumlah tersebut, 65% atau sekitar Rp13,95 triliun dibagikan sebagai dividen tunai.

Sementara itu, 35% lainnya senilai Rp7,5 triliun akan dialokasikan sebagai saldo laba ditahan guna mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan BNI.

Baca Juga: BNI Sediakan Rp21 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran 2025, Transaksi Digital Terus Meningkat

Sebagai bank milik negara, BNI juga akan menyetorkan Rp8,37 triliun dari dividen tersebut kepada pemerintah sebagai bagian dari kontribusi ke kas negara.

RUPST juga menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp1,5 triliun. Langkah ini dilakukan sebagai indikasi bahwa BNI menilai harga sahamnya saat ini belum mencerminkan fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Saham yang dibeli kembali nantinya akan digunakan dalam program kepemilikan saham bagi pegawai, direksi, dan dewan komisaris yang memenuhi syarat. Program ini diharapkan dapat memperkuat loyalitas manajemen dan karyawan serta meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

Baca Juga: BNI dan SMI Kerja Sama Rp550 M, Infrastruktur Indonesia Siap Tancap Gas

Perubahan Susunan Direksi dan Komisaris

Selain kebijakan keuangan, RUPST juga merombak jajaran direksi dan dewan komisaris. Royke Tumilaar resmi diberhentikan dari jabatan Direktur Utama dan digantikan oleh Putrama Wahju Setyawan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X