SketsaNusantara.id - BNI dan SMI baru saja meneken kerja sama strategis bernilai ratusan miliar rupiah. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat pendanaan proyek infrastruktur strategis di Indonesia.
Melalui transaksi Repurchase Agreement (repo) senilai Rp550 miliar, BNI memberikan pendanaan kepada SMI dengan jaminan surat berharga.
Langkah ini disebut sebagai solusi efisien bagi SMI dalam memperoleh likuiditas jangka pendek.
Baca Juga: 5 Tahun Kinerja Solid, BNI Perkuat Ekonomi Nasional dengan Kontribusi Rp77 Triliun
Penandatanganan kesepakatan dilakukan oleh SEVP Treasury BNI Ita Tetralastwati dan Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti.
Acara ini turut disaksikan oleh beberapa pejabat dari kedua belah pihak di Grha BNI pekan lalu.
SEVP Treasury BNI Ita Tetralastwati menjelaskan bahwa transaksi repo ini memberikan manfaat bagi kedua perusahaan. Dari sisi BNI, langkah ini menjadi strategi optimalisasi dana.
Sementara bagi SMI, skema ini memungkinkan mereka memperoleh pendanaan secara cepat dan fleksibel untuk membiayai proyek infrastruktur yang sedang berjalan.
“Transaksi repo ini memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Bagi BNI, transaksi ini merupakan salah satu cara mengoptimalkan penempatan dana. Sementara bagi SMI, transaksi ini memberikan kemudahan dalam memperoleh likuiditas dengan cepat dan fleksibel, sehingga dapat mendukung pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang saat ini sedang berjalan,” ujar Ita dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Konjen RI di Hong Kong Nobatkan BNI Sebagai Bank Terbaik untuk Layanan Diaspora
Di sisi lain, Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti menegaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur.
Ia berharap transaksi repo ini bisa menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung proyek strategis yang tengah digarap.
”Dengan adanya dukungan dari BNI, SMI dapat lebih leluasa dalam menjalankan perannya sebagai katalisator pembiayaan infrastruktur,” kata Aradita.
Artikel Terkait
Harumkan Nama Indonesia, BNI Tembus Daftar 1.000 Perusahaan Terbaik di Dunia 2024 Versi TIME dan Statista
Kasus Dugaan Korupsi Kredit Fiktif di BNI Jember, Kerugian Ditaksir hingga 127 Miliar Rupiah
BNI Relokasi Kantor Singapura, Langkah Baru Berpacu di Pusat Bisnis Dunia
3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kredit Macet BNI Jember Sudah Ditetapkan, Fakta Baru Diungkap Kejati Jatim
UI dan BNI Kembangkan Ekosistem Keuangan Digital untuk Pendidikan Inovatif dan Efisien