Minggu, 19 Juli 2026

Siapa Pencetus THR? Profil Soekiman Wirjosandjojo, Perdana Menteri yang Lahirkan Tradisi 'Hadiah Lebaran' di Indonesia

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 Maret 2025 | 18:00 WIB
Soekiman Wirjosandjojo, sosok di balik lahirnya THR di Indonesia (Kolase YouTube Dhida Ramdani, Pixabay.com/@ekoanud)
Soekiman Wirjosandjojo, sosok di balik lahirnya THR di Indonesia (Kolase YouTube Dhida Ramdani, Pixabay.com/@ekoanud)

Agar bisa bersekolah di Europese Lagere School (ELS), Soekiman diangkat anak oleh sahabat ayahnya, Van der Wal, pensiunan tentara Belanda yang menetap di Boyolali.

Baca Juga: 7 Syarat dan Ketentuan Mendapatkan THR 2025, Karyawan dan Pekerja Wajib Tahu Supaya Lebaran Bisa Cair

Setelah 7 tahun menempuh pendidikan di ELS, Soekiman Wirjosandjojo melanjutkan studinya ke STOVIA Jakarta dengan beasiswa dari Pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1923, Soekiman Wirjosandjojo melanjutkan studinya ke Belanda untuk mendalami ilmu kedokteran.

Kala itu ia telah menikah dengan Kustami, putri dari Dr. Keramat dan menetap di Yogyakarta.

Baca Juga: Kapan Karyawan Bisa Terima THR 2025? Intip Jadwal Pencairan Tunjangan Hari Raya untuk ASN, PPPK dan Karyawan Swasta Sesuai Peraturan Pemerintah

Awal Karir Politik

Pada masa penjajahan Jepang, Soekiman Wirjosandjojo mulai terjun ke dunia politik.

Dikutip dari laman Litbang Kementrian Dalam Negeri, Soekiman Wirjosandjojo bersama sejumlah tokoh muslim lainnya mendirikan Masyumi.

Menjelang kemerdekaan, Soekiman terpilih menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Baca Juga: Panduan Lengkap Menghitung THR Sesuai Aturan Pemerintah, Cara yang Gampang untuk Tau Berapa Bonus Kamu Jelang Lebaran Idul Fitri!

Lalu pasca Indonesia merdeka tepatnya pada tahun 1948, namanya masuk ke dalam susunan kabinet Hatta sebagai Menteri Dalam Negeri.

Lalu pada kabinet Hatta kedua, ia dilantik menjadi Menteri Negara hingga akhirnya duduk di kursi Perdana Menteri pada 27 April 1951.

Saat menjabat sebagai Perdana Menteri itulah ia mencetuskan pemberian THR yang saat itu diberi nama ‘Hadiah Lebaran’.

Setahun kemudian, Soekirman harus melepaskan jabatan Perdana Menteri usai jatuhnya Kabinet Natsir.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: DR. Sukiman Wirjosandjojo Hasil Karya dan Pengabdiannya, Muc, litbang.kemendagri.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X