SketsaNusantara.id - Oknum polisi yang juga merupakan anggota Polda Jateng, berinisial AK diduga tega mencekik bayi berusia 2 bulan.
Kabar ini beredar di media sosial X sejak Senin, 10 Maret 2025 kemarin.
Brigadir AK yang merupakan anggota Direktorat Intelijen Keamanan Polda Jawa Tengah diduga mencekik bayi berusia 2 bulan yang diyakini merupakan anak kandungnya sendiri.
Baca Juga: Gegara Berisik! Polisi Jember Tertibkan Parade Sound Horeg yang Meresahkan Warga
“Anggota Polda Jateng inisial Brigadir AK cekik anak bayinya sampai tewas, anaknya masih berusia 2 bulan,” cuit akun X @bambangsuling11 pada Senin, 10 Maret 2025.
Dugaan pembunuhan anak di bawah umur ini juga diperkuat dengan beredarnya Surat Tanda Terima Laporan Polisi dengan nomor surat STTLP/38/III/2025/JATENG/SPKT yang diunggah akun X @Pandugaid.
Laporan tersebut dibuat pada tanggal 5 Maret 2025 oleh seorang perempuan berinisial DJ (24) yang diyakini merupakan ibu korban.
Terlapor bernama Ade Kurniawan diduga telah melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa anak di bawah umur hingga meninggal dunia.
Ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jateng usai menemukan bayinya yang berusia 2 bulan sudah meninggal dunia.
Humas Polda Jateng pun membenarkan kabar yang menyeret salah satu anggotanya tersebut.
Kabar terbaru yang beredar, Brigadir AK telah diamankan oleh Propam Polda Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Kapan THR 2025 Cair? Intip Estimasi Jadwalnya untuk ASN dan Karyawan Swasta Berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan
Tegur Ormas yang Razia Warung Makan di Garut, Wakil Bupati Putri Karlina Jadi Sorotan: Masih Muda tapi...
Siapa Wakil Bupati Garut? Profil Putri Karlina, Dokter Gigi yang Sukses Jadi Politisi, Ternyata Anak Kapolda Metro Jaya
4 Poin Penting Prabowo Terkait Kebijakan Pemberian THR untuk Driver Ojek Online, Kapan Bonus Dicairkan dan Berapa Besarannya?
BRI Sediakan Mudik Gratis 2025 untuk Ribuan Warga, Cek Rute dan Kuota Busnya!
Pimpin Rapat Perdana, Bupati Warsubi Siap Wujudkan Jombang Sejahtera
Berapa UMK Jember 2025? Inilah Total Rincian Secara Spesifik dan Resmi, Lebih Besar daripada Bondowoso?