Walaupun banyak ditemukan artefak kuno tentang jamu di Pulau Jawa, realitanya masing-masing daerah di Indonesia mempunyai penamaan jamu yang berbeda -beda.
Baca Juga: Buntut Demo di PBNU, Gus Yahya Meminta Banser agar Menahan Diri: Kalian Bukan Gerombolan!
Beberapa di antaranya adalah Bali dengan "Loloh", Kalimantan "Akar Kuning", dan Sulawesi "Sanrego".
Salah satu pusat minuman jamu diyakini berada di daerah Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah dan di kota ini pula wanita penjual jamu yang disebut "Mbok Jamu" berasal.
Istilah Mbok Jamu terkenal karena sering kali diasosiasikan dengan perempuan.
Baca Juga: Doa Auto Lekas Dikabulkan, Emang Bisa? Pakai Amalan Bacaan Al Quran, Ustadz Adi Hidayat: Ada 2 Surah
Terlebih lagi, mayoritas penjual jamu adalah kaum perempuan dan itu semua juga memiliki alasannya tersendiri.
Alasan tersebut adalah pada zaman dahulu di proses pembuatan jamu dimana kaum perempuan bekerja membuat jamu, sedangkan kaum laki-laki berperan sebagai pencari bahan herbal untuk pembuatan jamu.
Laki-laki biasanya akan membawa dan menjual jamunya dengan cara dipikul, namun saat itu tenaga laki-laki lebih banyak dibutuhkan di sektor pertanian.
Hal itulah yang membuat penjual jamu lebih didonimasi oleh perempuan dan mereka menjajakannya berkeliling rumah dengan cara digendong.***