Saka tunggak itu kemudian ditopang oleh 4 kayu yang berfungsi sebagai penopang atau sayap dari tiang penyangga tunggal tersebut.
Keunikan masjid tersebut kemudian dilengkapi dengan banyaknya monyet berekor panjang yang berkeliaran di sekitar masjid.
Legenda yang berkembang di masyarakat bahwa monyet-monyet ini dulunya merupakan manusia.
Konon manusia-manusia yang kini berwujud monyet tersebut merupakan manusia yang suka mengganggu orang-orang yang sedang beribadah sehingag kemudian ia dikutuk menjadi monyet.
Sedangkan cerita lain menyebutkan bahwa monyet-monyet ini dulunya merupakan murid-murid dari Kiai Mustholih yang ingkar dan tidak sholat.
Sehingga Kyai Mustholih kemudian marah dan mengataakn bahwa kelakuan mereka seperti monyet. Rupanya perkataan kyai tersebut menjadi kutukan sehingga murid-murid nya tersebut benar-benar menjadi monyet.***