Kamis, 4 Juni 2026

Masjid Tua Bertiang Tunggal Ini Konon Menyimpan Fakta Mengejutkan, Berdiri sebelum Masa Wali Songo dan Dipenuhi Hewan Berekor Panjang...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juli 2024 | 18:15 WIB
Masjid Saka Tunggal Baitussalam, Banyumas  (Instagram @tasanak_muslim)
Masjid Saka Tunggal Baitussalam, Banyumas (Instagram @tasanak_muslim)

SketsaNusantara.id - Di Kabupaten Banyumas terdapat satu masjid yang merupakan bukti penyebaran islam, jauh sebelum era Wali Songo.

Masjid dengan keunikan tersendiri itu rupanya merupakan masjid tua yang dibangun pada tahun 1288 oleh seorang tokoh islam terkemuka bernama Kiai Mustolih.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Akbar Zainuddin, nama Masjid tua yang kini menjadi salah satu benda cagar budaya tersebut adalah Masjid Saka Tunggal.

Baca Juga: Makna Ukiran Daun Kluwih pada Mimbar Masjid Kotagede, Hadiah untuk Sultan Agung yang Terbuat dari Kayu Bertuah?

Masjid Saka Tunggal Baitussalam terdapat di Cikakak, Wangon, Banyumas Jawa Tengah, sekitar 30 meter dari Kota Purwokerto.

Masjid ini ditengarai sebagai salah satu masjid tertua di Jawa, melihat tahun 1288 yang ditulis dalam bahsa Arab pada tiang penyangganya.

Jika melihat angka tahun itu, artinya masjid ini dibangun sebelum didirikan oleh Kiai Mustolih pada tahun 1288, enam tahun sebelum masa kerajaan Singasari.

Sehingga jika angka tahun 1288 itu dikonversikan kepada tahun hijriah maka angka tahun itu menjadi sekitar tahun 1475 M dimana pada tahun itu kesultanan Demak mulai berdiri.

Sehingga hal itu menjadi lebih masuk akal karena Demak saat itu sudah menjadi pusat penyebaran islam di Jawa.

Baca Juga: Sisi Lain Masjid Kotagede Yogyakarta, Sejarah Unik Dalam Penentuan Kiblat dari Sunan Kalijaga Wali Songo, Aneh bin Ajaib!

Kekahasan masjid ini akan langsung terasa ketika kita memasuki ke area dalam dimana dindingnya terbuat dari anyaman bambu dengan ornamen ukiran-ukiran khas jawa.

Lalu disetiap sudut masjid terdapat ornamen-ornamen indah, lukisan kaligrafi yang kesemuanya menunjukkan khas Jawa.

Dan yang paling utama adalah keberadaan saka tunggal atau tiang tunggal yang berdiri menjulang sebagai tiang utama masjid.

Tinggi saka tunggal itu adalah 12 meter yang berdiri tegak ditengah ruangan masjid dengan ukiran-ukiran unik bercorak daun dan tulisan arab angka 1288 yang kemudian diyakini sebagai angka tahun pembangunan masjid.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Akbar Zainuddin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X