Ini terbukti dengan banyaknya industri rumahan di Yogyakarta yang memproduksi Yangko sebagai oleh-oleh.
Jika dulu Yangko hanya berbentuk kotak, sekarang tersedia dalam bentuk silinder dan bulat.
Selain rasa original dengan isian kacang, ada juga varian rasa keju dan cokelat.
Meski sama-sama terbuat dari tepung ketan, pembuatan Yangko berbeda dengan Mochi.
Mochi dibuat dengan mencampur tepung ketan dengan air gula dan bahan lainnya.
Sementara Yangko dibuat dengan mengukus beras ketan, mengeringkannya, menumbuk, dan menggilingnya.
Tekstur kenyal pada Yangko dan Mochi berasal dari reaksi alami dalam tepung ketan.
Adonan tepung ketan hanya perlu dikukus selama sekitar 10 menit. Sejak 2019, masyarakat Dusun 8, Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, mulai memproduksi Yangko.
Dari yang awalnya hanya dua pekerja, kini rumah produksi sederhana ini mempekerjakan 12 orang.
Yangko hadir dalam lebih dari 20 varian, mulai dari rasa original hingga kekinian.
Yangko original biasanya berisi kacang, mirip dengan Mochi dari Jepang, tapi teksturnya lebih pulen.
Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik