jelajah

Presiden Indonesia Harus Orang Jawa? Benarkah Tidak Akan Berhasil Jika Dipimpin Etnis Lain?

Jumat, 19 Juli 2024 | 12:15 WIB
Ilustrasi: Jokowi, Presiden Indonesia yang berasal dari Jawa (Instagram @jokowi)

SketsaNusantara.id - Mengapa presiden Indonesia sering berasal dari etnis Jawa?

Jawabannya sederhana: mayoritas penduduk Indonesia adalah orang Jawa, sehingga peluang mereka untuk terpilih lebih besar.

Namun, faktor-faktor lain turut memengaruhi dominasi dan peluang orang Jawa untuk menjadi Presiden.

Baca Juga: Sejarah Pabrik Mesiu di Kotagede Dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono II yang Dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa

Melansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube guru gembul, beberapa berpendapat bahwa dominasi Jawa dalam kepemimpinan bukan hanya karena jumlah populasi, tetapi juga terkait dengan takdir.

Mitos menyebutkan bahwa pemimpin Nusantara, dari masa lalu hingga kini, selalu orang Jawa.

Misalnya, pada masa Presiden BJ Habibie, Indonesia kehilangan Timor Leste, yang dianggap sebagian sebagai dampak dari kepemimpinan non-Jawa.

Baca Juga: Kisah Makam Keramat Raden Ayu Siti Khodijah: Pernah Difitnah karena Sering Keluarkan Asap Wangi, Kini Ramai Didatangi Peziarah

Partai politik di Indonesia cenderung memilih calon dari kelompok mayoritas untuk meraih suara terbanyak.

Oleh karena itu, calon dari Jawa sering kali diusung dalam pemilihan presiden.

Masyarakat Jawa dikenal dengan budaya feodal dan struktur hierarkis sosialnya, mulai dari presiden hingga kepala desa.

Baca Juga: Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon

Budaya ini mendorong banyak orang Jawa untuk mengejar posisi dalam pemerintahan.

Orang Jawa juga dikenal dengan kemampuannya beradaptasi di lingkungan baru.

Halaman:

Tags

Terkini