Bagi masyarakat Cirebon, Docang tidak hanya sekedar kuliner, tetapi juga menjadi simbol perjuangan dan kegigihan para wali dalam menyebarkan ajaran Islam.
Makanan ini menjadi penghormatan sekaligus kenangan akan jasa para Wali Songo yang telah membawa pencerahan spiritual ke wilayah tersebut.
Oleh sebab itu hingga saat ini, Docang menjadi makanan yang sarat makna sehingga masih menjadi salah satu kuliner andalan Cirebon yang digemari oleh banyak orang.
Selain dapat dinikmati di warung-warung tradisional, hidangan kini juga sering disajikan dalam acara-acara adat ataupun ritual keagamaan di Cirebon.
Lalu terbuat dari apa saja Docang itu hingga disukai para wali dan digemari rakyat terkhusus Cirebon hingga saat ini?
Docang rupanya terbuat dari campuran oncom (fermentasi dari ampas tahu), sayur-sayuran seperti kacang panjang, buncis, dan labu siam, serta bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai, terasi, dan kelapa parut
Lalu hidangan ini akan disajikan dalam keadaan hangat dan bertekstur lembut, dengan kuah kental yang kaya akan rempah. Dan akan disempurnakan dengan kerupuk aci di atasnya.***