SketsaNusantara.id - Permainan tradisional di Indonesia beragam bentuknya dan masing-masing mengandung nilai kearifan budaya.
Salah satu permainan tradisional yang populer di kalangan masyarakat adalah Hompimpa, yakni sebuah cara untuk menentukan giliran dalam sebuah permainan.
Permainan ini dilakukan dengan cara menyatukan tangan dalam keadaan terbuka dan setiap pemain memiliki dua pilihan yakni memposisikannya ke atas atau ke bawah.
Saat permainan berlangsung, para pemain biasa menyanyikan sebuah kalimat yang berbunyi “Hompimpa Alaium Gambreng”.
Baca Juga: Makna Tersembunyi di Balik Cublak-Cublak Suweng: Permainan Anak Ciptaan Sunan Giri yang Sarat Ajaran
Permainan tradisional ini bukan sekadar permainan biasa namun di dalamnya mengandung makna filosofis yang mengajarkan nilai-nilai kehidupan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari jurnal penelitian yang berjudul “Makna Simbolik Permainan Olah Raga Tradisional Hompimpa Serta Manfaatnya Bagi Pendidikan Karakter Anak” oleh Lukman Alfaris, Wilda Hamisa, Artika Putri Berliani, Idah Tresnowati, dan Gilang Nuari Panggraita, berikut makna filosofis dari permainan Hompimpa.
1. Melatih Kreativitas
Dalam permainan Hompimpa, kalimat “hompimpa alaium gambreng” biasa dilanjutkan dengan kalimat tambahan seperti “Mak Ijah pakai baju rombeng”.
Kalimat lanjutan dalam permainan Hompimpa ini memiliki variasi dan bergantung pada para pemain yang terlibat.
Variasi kalimat tersebut mendorong kreativitas bagi para pemainnya dengan menambahkan berbagai macam ide lucu maupun unik.
2. Mengingatkan Asal-Usul Kehidupan