SketsaNusantara.id - Di balik pesona alam dan budaya lokalnya, Kabupaten Jember ternyata menyimpan warisan sejarah penting yang jarang terekspos.
Salah satunya adalah peninggalan Benteng Nippon yang tersebar di Desa Cakru, Kecamatan Kencong.
Situs ini menjadi saksi bisu dari masa pendudukan Jepang selama Perang Dunia II dan masih berdiri kokoh hingga kini.
Benteng-benteng ini dibangun sebagai bagian dari strategi militer Jepang dalam mempertahankan wilayah dari ancaman Sekutu.
Dengan lokasi yang dekat dengan laut selatan, keberadaan benteng ini sangat strategis untuk memantau pergerakan kapal musuh dan melindungi jalur logistik Jepang di Pulau Jawa.
“Bangker Jepang ini menghadap ke arah utara di bagian dalam bangker terdapat dua ruangan.” dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @dinas_kominfo_kab_jember yang memuat informasi tentang situs Benteng Office Letter S, satu dari tujuh struktur peninggalan Jepang di Desa Cakru.
Selain itu, masih ada 6 struktur lainnya yang semuanya dikategorikan sebagai Cagar Budaya.
Tujuh situs tersebut adalah Benteng Office Letter S, Struktur Luweng, Pos Jaga Singel, Pos Pantau Letter L, Pos Jaga Double, Benteng Letter U, dan Pos Pantau Laut Pillbox. Masing-masing memiliki bentuk, arah hadap, dan fungsi yang berbeda saat digunakan pada masa perang.
Struktur Luweng, misalnya, memiliki 4 lingkaran seperti tungku pembakaran. Pos Jaga Singel menghadap ke utara dan memiliki satu cendela serta pintu tinggi.
Sedangkan Pos Pantau Letter L menghadap ke arah utara dengan satu ruang dalam yang dilengkapi lubang senjata dan udara.
Situs lainnya, Pos Jaga Double, dilengkapi dua pintu dan dua cendela. Benteng Letter U berbentuk menyerupai huruf U dan memiliki dua pintu masuk.
Terakhir, Pos Pantau Laut Pillbox dibangun dengan satu pintu tinggi dan tiga lubang tembak di sisi tenggara, selatan, dan barat daya. Struktur ini menunjukkan betapa seriusnya Jepang dalam menata strategi pertahanan mereka.