SketsaNusantara.id - Siapa yang pernah dengar nama jajanan tradisional dengan sebutan es puter atau es dung-dung?
Nama jajanan ini tak asing bagi masyarakat Indonesia, terutama yang lahir di tahun 90-an.
Mungkin anak-anak zaman sekarang atau generasi muda masih sempat mendengar atau merasakan cita rasa es dung-dung.
Generasi 90-an di masa duduk di bangku sekolah dasar pastinya merasa sangat bahagia bisa jajan dan beli es puter di sekolah.
Es puter atau es dung-dung ini cukup murah meriah, tapi sempat jadi jajanan mewah kala itu.
Di era modern ini es dung-dung biasanya disajikan bukan hanya dengan cone atau contong es saja.
Baca Juga: Berlayar sejak Tahun 1500, Kapal 7 Layar ini adalah Bukti Keperkasaan Pelaut Indonesia yang Mendunia
Bisa disajikan menggunakan cup, bisa dijadikan sandwich dengan roti tawar, hingga memiliki berbagai varian topping.
Sekilas memang mirip sekali dengan es krim, namaun es dung-dung berbeda dengan es krim pada umumnya.
Dari penyebutannya saja sudah berbeda, walaupun sama-sama es dengan bentuk dan tampilan yang mirip.
Jika menelisik sejarah bagaimana es dung-dung atau es puter berkembang di Indonesia, ada banyak fakta unik yang tercatat di dalamnya.
Bagaimana asal-usul es tersebut dikenal masyarakat Indonesia?