Isi La Galigo
Merujuk pada deskripsi UNESCO yang disepakati maka Galigo disebut berasal dari abad 14. Menariknya, meskipun isinya berupa teks namun La Galigo bukanlah sejarah sebab aspek mitologis narasi yang terasa sangat kuat sehingga kemudian disepakati beberapa hal oleh para ilmuwan.
Para ilmuwan sepakat bahwa La Galigo memiliki pengaruh besar bagaimana sejarah melihat masa lalu periode Bugis khususnya pada masyarakat Bugis sebelum masuknya Islam.
La Galigo berupa puisi sajak bersuku lima yang menceritakan kisah asal usul manusia bercorak pra Islam dan bersifat epik mitologis. Dimana dalam kisah tersebut terdapat tokoh-tokoh utama seperti Batara Guru, Sawerigading, dan We Cudai dimana Sawerigading merupakan salah satu pahlawan utama dalam cerita ini.
Baca Juga: Ondo Rante Danyang Sakti Desa Kalidoro Pati Pencuri Kitab Sunan Muria, Ternyata Bukan Seorang Kyai
Masuknya unsur Islam dala kitab I La Galigo
Sejalan dengan masuknya islam maka muncul fenomena intertektual pada La Galigo versi Bottina I La Dewata Sibawa We Attaweq dimana unsur islam ini masuk sebagai formula doa berbahasa Arab, menukil ayat-ayat Al'Quran dan nama-nama Asmaul Husna.
Meskipun masuknya unsur islam dalam kitab ini, tidak serta merta menggeser kepercayaan lama namun cenderung disajikan secara berdampingan. Sehingga kemudian ada cerita-cerita baru yang telah mendapatkan unsur baru yaitu islam.
Merujuk pada buku Islamisasi Bugis kajian sastra La Galigo, karya Andi Muhammad Akhmar pada tahun 2018, diuraikan beberapa hal terkait isi La Galigo, yakni struktur penciptaan dunia dan penciptaan manusia atau asal usul manusia pertama yang mendiami bumi.
Kekuatan pada I La Galigo
La Galigo menjadi teks sastra yang populer karena beberapa kekuatan dan kelebihan, yakni :
Pertama, isi cerita terdiri dari puluhan episode dengan memakai cara penulisan sastra yang ketat yang berisi norma, konsep kehidupan, budaya, silsilah Dewa-dewa dan asal usul orang Bugis.
Kedua, epos La Galigo juga ditemukan dalam berbagai versi serta serpihan-serpihannya ditemukan diluar Sulawesi Selatan yakni Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kelantan bahkan Trengganu (Semenanjung Melayu).
Artikel Terkait
Karakter Tragis dalam Wayang Kulit, Kisah Sang Ksatria yang Terjebak Antara Kesetiaan dan Identitas Asli
Bukan Buah Biasa, Makna Mendalam Jeruk Mandarin dalam Imlek hingga Wajib Ada saat Perayaan Chinese New Year 2025
Beruntung Selama Setahun, 4 Kue Tradisional Ini Wajib Ada saat Imlek, Ada Kue Keranjang yang Bermakna...
Wajib Ada, Ini Makna hingga Sejarah Angpao saat Perayaan Tahun Baru Imlek, Tidak Boleh Berisi Uang Berjumlah…
Agak Laen, Anak Tasya Kamila Ternyata Suka Koleksi Kipas daripada Mainan, Arrasya Kepikiran Bikin Project Ini Bareng Sang Ayah di Masa Depan
Glodok Dulu dan Kini: Tempat Isolasi Orang Tionghoa hingga Pusat Elektronik Terbesar di Jakarta yang Baru Terbakar