Selain itu, disebutkan pula bahwa wilayah kerajaan itu sampai di Modong, serta Babat. F.M. Schnitger mengungkapkan kalau di kedua desa tersebut ditemukan peninggalan Hindu, namun kini sudah hilang karena terkena erosi Sungai Lematang.
Berdasarkan ekskavasi atau penggalian yang sudah dilakukan, terdapat 12 candi yang sudah ditemukan, namun baru lima candi yang telah dipugar atau dibuka secara umum.
Melalui penggalian dan penelitian para arkelog, maka area Candi Bumi Ayu disebut sebagai area candi Hindu terbesar yang ada di luar pulau Jawa.
Bahkan dinyatakan pula bahwa candi tersebut seperti tiruan dari Candi Prambanan di Jawa Tengah.
Pada situs candi, banyak ditemukan pendukung bangunan ini diantaranya Bergama arca seperti Siwa Mahaguru, Nandi, Agastya serta Narawahana yang disimpan di dalam gedung Galeri Koleksi Candi Bumi Ayu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Dibangun pada Abad Ke-9, Inilah Candi Gumpung di Jambi Situs yang Berlatar Belakang Agama Buddha Vajrayana
Dibangun pada Abad Ke-14 di Masa Kerajaan Majapahit, Inilah Candi Dermo di Sidoarjo untuk Tempat Upacara Umat Hindu Buddha
Dibangun Tahun 1371 Masehi pada Pemerintahan Hayam Wuruk, Candi di Sidoarjo Ini Jadi Penyimpanan Abu Jenazah
Apa itu Preman? Trending di X Usai Pembubaran Paksa Diskusi FTA, Tak Hanya Dipakai Rezim Orde Baru, Ternyata Pernah Tercatat dalam Prasasti Candi!
Dibangun untuk Mengenang Joko Pandelegan, Inilah Candi Sumur di Sidoarjo Peninggalan Kerajaan Majapahit
Dibangun Pada Abad ke-11 di Masa Kerajaan Kahuripan, Inilah Candi Belahan di Pasuruan yang Memiliki Sumber Mata Air