Nasab KH Jufri Marzuki berdasarkan dari garis ayah yakni KH Jufri bin KH Marzuki bin Kyai Sukriwo, bin Kyai Ongro bin Kyai Zubair.
Sementara dari garis ibu, yakni KH Jufri bin Nyai Rofiah binti Kyai Jamaluddin bin Ruham bin Umro bin Kyai Zubair.
Darah ulama yang mengalir di tubuhnya membuat Kyai Jufri menjelma menjadi ulama besar. Kyai Jufri diperkirakan lahir sekitar tahun 1920.
Kyai Jufri pernah mondok di Ponpes Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.
Ponpes Annuwayah itu menjadi tempatnya belajar dan berguru kepada KH Abdullah Sajjad.
Selanjutnya, Kyai Jufri melanjutkan belajarnya ke Ponpes Tempurejo, Jember.
Pada usia 19 tahun, Kyai Jufri menikah dengan Nyai Asyiah binti KH BasrowPonpes Kayumanis, Kota Pamekasan.
Keduanya hijrah ke Sumber Batu, Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan tahun 1945.
Daerah tersebut menjadi tempat KH Jufri Marzuki merintis Pondok Pesantren Sumber Batu.
Banyak masyarakat Sumber Batu yang menjadi santri dari KH Jufri Marzuki.
KH Jufri Marzuki dan Nyai Asyiah diketahui dikaruniai banyak anak, tetapi yang masih hidup hanya dua orang yakni Nyai Nadziroh dan Nyai Maftuhah.
Diketahui, Nyai Nadziroh menikah dengan KH Khalil bin Minhaji bin Marzuqi.
Sedangkan Nyai Maftuhah menikah dengan KH Jazuli Maliki bin yiai Sahri bin Marzuqi.
Artikel Terkait
Paling Beda Dari 8 Pahlawan Revolusi Lainnya! Biografi Singkat Kolonel Sugiono, Dieksekusi Saat Pemberontakan G30S PKI
Profil Mayjen DI Panjaitan, Pahlawan Revolusi Tragedi G30S PKI: dari Anggota Giyugun hingga Penghargaan Anumerta
4 Fakta Tentang Letnan Jenderal TNI Anumerta MT Haryono, Sosok Pahlawan Revolusi yang Menjadi Korban G30S PKI
Daftar 5 Fakta Mayjen DI Panjaitan: Pahlawan Revolusi G30S PKI yang Pernah Jadi Giyugun hingga Bekerja di Perusahaan Kayu
Inilah Nasib Rumah Milik Mendiang Jenderal TNI DI Pandjaitan yang Jadi Saksi Bisu Tragedi G30S PKI 1965, Masih Dimiliki Ahli Waris?