Sayangnya, niat baiknya justru menjadi bumerang.
Setibanya di Majapahit, Kebo Iwa dijebak dan dibunuh oleh pasukan Gajah Mada.
Kematian tragisnya membuka jalan bagi penaklukan Bali oleh Adityawarman, yang menyebabkan hancurnya Kerajaan Bedahulu serta menewaskan rajanya dan putranya.
Kisah heroik Kebo Iwa masih hidup dalam ingatan masyarakat Bali hingga saat ini.
Di Gili Menjangan, sebuah bangunan didirikan untuk menghormati semangat persatuan yang ia wariskan.
Selain itu, peninggalan sejarah yang terkait dengan Kebo Iwa dapat ditemukan di berbagai tempat di Bali, seperti Pura Pucak Padang Dawa di Baturiti dan Pura Srijong di Pantai Tabanan.
Baca Juga: 3 Raja Kerajaan Sunda yang Mendapatkan Gelar Mulia, Ada yang dari India Selatan
Di kawasan Desa Bongan, Tabanan, terdapat sebuah patung megah Kebo Iwa setinggi 9,45 meter yang berdiri sebagai simbol penghormatan dari masyarakat setempat.
Patung ini tidak hanya menjadi pengingat akan keberanian dan pengorbanan Kebo Iwa, tetapi juga melambangkan tekad untuk mempertahankan persatuan dan identitas budaya Bali dalam sejarah yang panjang dan berliku.
Sejarah Kebo Iwa adalah cerminan dari perjuangan dan kepahlawanan yang masih relevan hingga kini, menginspirasi generasi penerus untuk menghargai nilai-nilai keberanian dan persatuan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Inilah Bukti Candi Sadon Sebagai Penanda Berpindahnya Pusat Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur, Ternyata Ciri Khasnya...
Diperkirakan Dibangun Pada Abad Ke-15, Peninggalan Candi Surowono dari Kerajaan Kediri yang Bercorak Hindu
Bukan Nama Sesungguhnya, Benarkah Gelar Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran di Jawa Barat Masih Memicu Perdebatan?
Tragis, Kerajaan Katolik Pertama di Nusantara Dihancurkan Belanda, Wariskan Adat dan Tradisi dari Kaki Gunung Ile Mandiri
20 KM Tersembunyi dalam Kabut Waktu, Kerajaan di Lampung ini Punya Kemiripan dengan Sriwijaya