Benar saja berkat pemikirannya, Paviliun yang dibangun memiliki peminat yang lumayan banyak hingga dia secara bertahap bisa menambah beberapa paviliun baru.
Sejarah Kelam G30S PKI terhadap gugur Letjen MT Haryono meninggalkan sebuah cerita yang cukup mengharukan bagi Mariatni.
Cerita tersebut tentang ucapan terakhir Haryono yang meminta untuk bersembunyi dan mengatakan kematian dirinya (MT Haryono) sudah ada di depan mata.
Kalimat terakhir Letjen MT Haryono kepada istrinya itu terjadi dalam kurun waktu singkat yakni beberapa menit sebelum Haryono ditembaki timah panas secara brutal.
Diceritakan seusai Mariatni membuka pintu rumahnya, pasukan pemberontak PKI mengatakan bahwa Letjen MT Haryono dipanggil untuk menghadiri rapat dengan Presiden.
Mariatni menghampiri sang suami di kamarnya, namun Letjen Haryono menyadari akan maksud kedatangan pasukan itu.
Letjen Haryono kemudian menyuruh Mariatni untuk mencari tempat yang aman.
"Kamu harus segera pindah kamar dan bangunkan anak-anak, karena mereka akan membunuh saya. Pindahlah ke kamar depan beserta anak-anak," ucap MT Haryono.
Benar sekali, ucapan tersebut adalah kalimat terakhir dari sang suaminya, Letjen MT Haryono yang menjadi korban peristiwa G30S PKI***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bukan 7, Siapa Saja Pahlawan Revolusi yang Berjuang Saat Pemberontakan G30S PKI? Kompak Dapat Gelar Terbaik
6 Fakta Pasukan Cakrabirawa yang Diresmikan Soekarno: Pengawal Presiden hingga Dikaitkan dengan Penghianatan G30S PKI
Apa Itu Angkatan Kelima PKI? Satu Gagasan Bentukan Pemimpin PKI yang Ditolak Letjen Ahmad Yani
Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965
Inilah Profil Letnan Jenderal Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam G30S PKI di Lubang Buaya