SketsaNusantara.id - Sedih dan terluka mungkin dirasakan oleh orang-orang terdekat dari para korban peristiwa G30S PKI tahun 1965.
Diantaranya orang-orang terdekat itu, istri dari masing-masing pahlawan revolusi tentunya menjadi sosok yang paling sedih karena mengetahui secara langsung saat kelompok pemberontak PKI merenggut nyawa suami mereka.
Selain kesedihan ditinggalkan oleh sang suami, mereka juga masih harus berjuang sendirian menghidupkan keluarga.
Salah satu istrinya dari Korban Peristiwa Kelam G30S PKI adalah Mariatni yang merupakan pasangan dari Letjen MT Haryono bahkan rela menjual tanaman Anggrek.
Anggrek yang dijual oleh Mariatni merupakan bunga-bunga yang kesukaan Haryono yang dirawat dengan sangat baik.
Hal tersebut Mariatni lakukan tentunya demi keluarga dan juga membesarkan sang anak.
Mariatni diceritakan tak hanya menjual tanaman milik mendiang suaminya untuk kebutuhan hidup keluarga, tetapi ia juga menjual kue-kue.
Sosok Mariatni terbilang sungguh cerdas, uang dari hasil berjualan kue dan tanaman Anggrek dimanfaatkan oleh Istri Letjen MT Haryono untuk membuat Paviliun.
Maksud dibangunnya Paviliun adalah nantinya akan Mariatni sewakan kepada orang lain.
Mariatni menyadari bahwa lokasi kediamannya begitu strategis untuk membuat hal tersebut.
Artikel Terkait
Bukan 7, Siapa Saja Pahlawan Revolusi yang Berjuang Saat Pemberontakan G30S PKI? Kompak Dapat Gelar Terbaik
6 Fakta Pasukan Cakrabirawa yang Diresmikan Soekarno: Pengawal Presiden hingga Dikaitkan dengan Penghianatan G30S PKI
Apa Itu Angkatan Kelima PKI? Satu Gagasan Bentukan Pemimpin PKI yang Ditolak Letjen Ahmad Yani
Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965
Inilah Profil Letnan Jenderal Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam G30S PKI di Lubang Buaya