Rumah yang awalnya dibangun tahun 1930 itu dirombak bersamaan dengan pengembangan wilayah Menteng.
Tampak dari luar, kondisi rumah yang pernah jadi kediaman Letjen S. Parman itu, kini berubah menjadi bangunan kokoh berlantai dua bercat putih dan bergaya lama yang terlihat mentereng.
Baca Juga: Meski Sudah Menjadi Jenderal, Soeharto Tidak Masuk Daftar Sasaran saat Peristiwa G30S PKI?
Awalnya, rumah Letjen S. Parman di Menteng itu diperuntukkan bagi tentara maskapai swasta Belanda.
Namun, pada tahun 1950 dikelola Dinas Perumahan Tentara. Sepeninggalan Letjen S. Parman, rumah tersebut akhirnya diperjualbelikan dan jatuh ke pihak swasta.
Nasib rumah Letjen S. Parman ini tak jauh berbeda dengan rumah Mayjen TNI (Anumerta) Soetojo Suswomiharjo yang dirombak total karena sudah berpindah tangan ke pihak swasta.
Sedangkan tempat tinggal pahlawan revolusi lainnya seperti rumah Jenderal Ahmad Yani, MT Hariyono dan AH Nasution kini dijadikan museum yang masih dijaga dan terawat dengan baik oleh pemerintah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bukan 7, Siapa Saja Pahlawan Revolusi yang Berjuang Saat Pemberontakan G30S PKI? Kompak Dapat Gelar Terbaik
Pasukan Cakrabirawa Itu Siapa Saja? Sejarah Pembentukan Resimen yang Dikaitkan dengan Tragedi G30S PKI
6 Fakta Pasukan Cakrabirawa yang Diresmikan Soekarno: Pengawal Presiden hingga Dikaitkan dengan Penghianatan G30S PKI
Apa Itu Angkatan Kelima PKI? Satu Gagasan Bentukan Pemimpin PKI yang Ditolak Letjen Ahmad Yani
Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965