SketsaNusantara.id - Letnan Jenderal TNI (Anumerta) Siswondo Parman atau Letjen S. Parman, merupakan salah satu pahlawan nasional yang berperan besar dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.
Sosoknya dikenang sebagai seorang jenderal pahlawan revolusi dan menjadi salah satu korban kekejaman Peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S PKI) yang pernah mengguncang Indonesia pada tahun 1965.
Lahir pada 4 Agustus 1927 dan Letjen S. Parman gugur dalam upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman komunisme.
Pada malam tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965, Parman bersama beberapa jenderal lainnya diculik dan dibunuh oleh kelompok G30S PKI.
Jasad Letjen S. Parman dan 6 jenderal lainnya dibuang di Lubang Buaya. Kematian mereka menandai salah satu momen paling kelam dalam sejarah Indonesia.
Rumah Letjen S. Parman menjadi saksi bisu kekejaman tragedi G30S PKI.
Menurut catatan sejarah dalam buku "A Preliminary Analysis of The October 1, 1965", diketahui rumah Letjen S. Parman berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Namun sayangnya, nasib rumah Letjen S. Parman, kini telah mengalami berbagai perubahan seiring berjalannya waktu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Detektif Jalanan, kediaman resmi Letjen S. Parman mengalami perombakan total karena tidak memiliki status sebagai bangunan cagar budaya.
Berlokasi di Jalan Syamsu Rizal No. 32, Menteng, Jakarta Pusat, rumah Letjen S. Parman yang menyimpan banyak sejarah kelam dan menjadi saksi bisu tragedi penculikan sang jenderal itu telah berpindah tangan ke pihak swasta sejak tahun 1992.
Artikel Terkait
Bukan 7, Siapa Saja Pahlawan Revolusi yang Berjuang Saat Pemberontakan G30S PKI? Kompak Dapat Gelar Terbaik
Pasukan Cakrabirawa Itu Siapa Saja? Sejarah Pembentukan Resimen yang Dikaitkan dengan Tragedi G30S PKI
6 Fakta Pasukan Cakrabirawa yang Diresmikan Soekarno: Pengawal Presiden hingga Dikaitkan dengan Penghianatan G30S PKI
Apa Itu Angkatan Kelima PKI? Satu Gagasan Bentukan Pemimpin PKI yang Ditolak Letjen Ahmad Yani
Nasib Rumah Letjen Suprapto, Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI Tahun 1965