Naskah-naskah yang menggunakan aksara Pegon dan Cacarakan sering berbentuk puisi dan syair, memperlihatkan pengaruh bahasa Arab dan Melayu.
Pengaruh besar lainnya datang ketika agama Islam mulai menyebar ke tanah Sunda pada abad ke-16.
Kosakata Arab seperti "niyat," "duniya," "salat," dan "magrib" pun mulai meresap ke dalam Bahasa Sunda.
Memperkaya perbendaharaan kata dan memberikan warna baru dalam komunikasi sehari-hari masyarakatnya.
Namun, tidak hanya bahasa Arab yang mempengaruhi Bahasa Sunda.
Sejak akhir abad ke-17, pengaruh Bahasa Jawa mulai kuat terasa, terutama dalam tata bahasa tingkatannya atau yang dikenal dengan undak-usuk basa.
Baca Juga: Berbeda Dengan Negara Lain, Indonesia Justru Tidak Menggunakan Bahasa Penjajahnya, Kenapa?
Pengaruh ini semakin mendalam ketika wilayah Sunda berada dalam pengaruh kerajaan Mataram hingga pertengahan abad ke-19, membuat struktur bahasa Sunda semakin mirip dengan bahasa Jawa.
Pengaruh Belanda dalam bahasa Sunda juga tidak bisa diabaikan begitu saja.
Sejak dibukanya sekolah-sekolah pribumi oleh pemerintah kolonial, Bahasa Sunda mulai mengadopsi kata-kata Belanda, termasuk ejaan dalam alfabet Latin.
Bahkan, pada awal abad ke-20, mulai muncul fenomena Bahasa Sunda Kamalayon, yaitu Bahasa Sunda yang bercampur dengan Bahasa Melayu.
Fenomena ini semakin berkembang ketika masyarakat Sunda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta dan Bandung mulai beralih.
Artikel Terkait
Selain Punya Hak Istimewa Seperti Yogyakarta dan Aceh, Ini Alasan Masyarakat Banten Ingin Pisah dari Jawa Barat
Sejarah Batagor Khas Jawa Barat dan Alasan di Balik Makanan Sunda yang Selalu Punya Nama Unik
Apa Penyebab Dodol Garut Disebut Jajanan Manis Terbaik? Mengenal Perkembangan Kudapan Khas Jawa Barat yang Melegenda
Kontroversi Sunda Wiwitan! Konsep Ketuhanan yang Mirip dengan Islam: Apakah Sebenarnya Agama yang Sama?
Mengenal Asal Muasal Suku Sasak di Lombok: Memiliki Bahasa yang Mirip dengan Thailand dan Filipina?
Berbeda Dengan Negara Lain, Indonesia Justru Tidak Menggunakan Bahasa Penjajahnya, Kenapa?
3 Fakta Unik Prasasti Ciaruteun Peninggalan Kerajaan Tarumanagara Bogor, Terukir Tulisan Bahasa Sansekerta
Sunda Terpecah Menjadi Dua! Raja Visioner Ini Membebaskan Kerajaan Galuh dari Cengkeraman Tarumanagara
Sosok Aki Tirem dari Salakanagara: Leluhur Suku Sunda ini Terkenal dalam Catatan Sejarah China