Kamis, 4 Juni 2026

Jadi Bukti Peralihan Zaman? Intip Kisah di Balik Peninggalan Kerajaan Kutai, Ini Prasasti Paling Tua di Nusantara

Photo Author
Diva Diah Liana Ningrum, Sketsa Nusantara
- Minggu, 8 September 2024 | 16:00 WIB
Kisah di balik peninggalan Kerajaan Kutai. (Instagram @arkeolog_lokal)
Kisah di balik peninggalan Kerajaan Kutai. (Instagram @arkeolog_lokal)

SketsaNusantara.id- Prasasti satu ini merupakan peninggalan sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di Nusantara.

Kekuasaan itu dikenal pada masa Kerajaan Kutai. Merupakan kerajaan bercorak Hindu yang berjaya pada abad ke-4.

Kerajaan bercorak Hindu ini memiliki bukti berupa peninggalan dalam sejarah yang dikenal dengan nama Prasasti Yupa.

Baca Juga: Warisan Kerajaan Kutai Kartanegara, Museum Mulawarman Jadi Narator Jejak Sejarah Peradaban Kaltim Masa Lampau

Prasasti Yupa memuat beberapa informasi yang isinya merupakan bukti sejarah berdirinya Kerajaan Kutai.

Melansir dari YouTube KK C, prasasti ini sebenarnya ada tujuh batu di dalamnya. Semua prasasti itu memuat ukiran berupa tulisan.

Awalnya hanya empat prasasti yang berhasil diterjemahkan. Hal ini disebabkan lantaran usia prasasti yang sudah tua.

Baca Juga: Jangan Remehkan! Bukan Prasasti Biasa, Jejak Kejayaan Kerajaan Pajajaran, Penuh dengan Mantra Mujarab?

Siapa sangka, ternyata prasasti ini termasuk yang tertua di Indonesia. Ditemukan di wilayah pedalaman.

Yakni pedalaman wilayah Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur. Prasati peninggalan Kerajaan Kutai ini ditemukan dan diidentifikasi berasal dari abad ke-5 Masehi.

Masa abad ke-5 Masehi ini sekitar tahun 475 M. Tulisan pada prsasati ini juga menjadi bukti adanya perpindahan masa.

Baca Juga: Pesona Situs Candi Pringapus dan Konon Merupakan Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun Sekitar Tahun 850 Masehi

Ialah menjadi bukti berakhirnya masa zaman prasejarah. Saat itu manusia juga sudah mulai mengenal tulisan.

Penemuan tulisan dalam prasasti tersebut adalah huruf Pallawa dan Bahasa Sanksekerta. Peninggalan Kerajaan Kutai itu diperkirakan dibuat oleh kaum Brahmana.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube KK C

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X