Kamis, 4 Juni 2026

Kontroversi Sunda Wiwitan! Konsep Ketuhanan yang Mirip dengan Islam: Apakah Sebenarnya Agama yang Sama?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 20 Agustus 2024 | 12:00 WIB
Kepercayaan Sunda Wiwitan, memiliki konsep monoteistik yang mirip dengan agama Islam.   (X/ @Jelantik5.)
Kepercayaan Sunda Wiwitan, memiliki konsep monoteistik yang mirip dengan agama Islam. (X/ @Jelantik5.)

 

SketsaNusantara.id - Sunda Wiwitan, kepercayaan kuno dari masyarakat Sunda, menyimpan kedalaman yang sering kali terabaikan.

Berakar dari tradisi Kapitayan di Jawa, kepercayaan ini menganggap Sang Hyang Kersa sebagai Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak sekadar pemujaan terhadap alam atau arwah leluhur.

Sebaliknya, Sunda Wiwitan adalah sistem kepercayaan monoteistik yang mirip dengan agama Islam, penuh dengan filosofi mendalam serta struktur sosial-budaya yang kaya.

Baca Juga: Ramai Jadi Sorotan, Terungkap Fakta Baru Lomba Panjat Pinang Berhadiah Janda Muda di Cianjur yang Bikin Netizen Ngakak: Ternyata...

Keberadaan Sunda Wiwitan masih terlihat di beberapa desa di Banten dan Jawa Barat, seperti Kanekes (Baduy), Kampung Naga, Ciptagelar, dan Cigugur, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KulturAI.

Masyarakat Baduy Dalam di Kanekes menjaga tradisi ini dengan ketat, sementara di Cigugur, Kuningan, aliran Madrais, yang muncul pada abad ke-19, adalah variasi dari Sunda Wiwitan.

Kitab Sanghyang Siksakanda Ng Karesian atau Kropak 630 adalah sumber utama ajaran Sunda Wiwitan, berisi prinsip-prinsip moral dan spiritual yang telah ada sejak era kerajaan Sunda.

Baca Juga: Bangun Kesadaran dan Edukasi Masyarakat Soal Kebencanaan, LP2M Unej Revitalisasi Museum Kenangan Gunung Semeru di Lumajang

Kitab ini menunjukkan bahwa ajaran Sunda Wiwitan ada jauh sebelum pengaruh Hindu dan Islam masuk ke Nusantara.

Di Kampung Cikeusik, masyarakat Kanekes lebih dikenal dengan animisme yang memuja arwah nenek moyang, meski terdapat pengaruh Hindu dan Islam dalam perkembangannya.

Sementara di Bogor, khususnya di Kampung Adat Urug, Sunda Wiwitan dipandang sebagai upaya pelestarian budaya daripada sekadar agama.

Baca Juga: KDRT Terjadi Lagi! Pria di Tangerang Tega Aniaya hingga Lukai Istrinya dengan Gunting, Netizen Geram Polisi Turun Tangan Usai Kasusnya Viral

Dimana yang menarik dari Sunda Wiwitan adalah kesamaan teologisnya dengan konsep tauhid dalam Islam.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X