SketsaNusantara.id - Pasca terjadi meletusnya Gunung Semeru beberapa tahun silam, membuat kondisi di Kabupaten Lumajang sempat terpuruk.
Mulai dari kondisi sosial, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sektor penting lainnya terdampak, sehingga membuat kondisi menjadi tidak stabil.
Meski kini kondisi masyarakat sudah mulai normal kembali, perlu dilakukan edukasi yang masif agar masyarakat Lumajang khususnya di Kecamatan Candipuro bisa mawas diri.
Baca Juga: Jelang Munas Golkar ke-XI, DPD Golkar Jember Usung Bahlil Lahadalia Jadi Ketum Partai Beringin
Pusat Lingkungan Hidup dan Kebencanaan (PLHK) LP2M Universitas Jember hadir memberikan edukasi kepada masyarakat, dengan menggelar Revitalisasi Museum Kenangan Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Koordinator PLHK LP2M Unej Banun Kusumawardani mengatakan, agenda revitalisasi Museum Kenangan Semeru ini bagian dari upaya lembaga pendidikan memberikan edukasi tentang budaya sadar bencana.
“Literasi kebencanaan merupakan salah satu upaya penyadaran masyarakat dalam menghadapi bencana,” ujarnya kepada SketsaNusantara.id.
Baca Juga: Faqih Al-Haramain Pastikan akan Benahi Permasalahan Internal jika Menjadi Ketum PB PMII
Kondisi ini dilakukan agar masyarakat mengetahui bahwa letak geografis desanya berada di zona merah, atau rawan bencana.
“Maka dari itu, pendidikan bagi generasi muda menjadi satu faktor penentu dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Salah satunnya melalui revitalisasi Museum Kenangan Semeru,” imbuhnya.
Maka lembaga pendidikan memiliki peranan memberikan masukan dan edukasi, agar Museum Kenangan Semeru ini bisa menjadi rujukan supaya masyarakat lebih bisa adaptif terhadap lingkungan sekitarnya.
Baca Juga: Heboh! Beredar Video KDRT Diduga Dilakukan oleh Pegawai Pajak, DJP Kemenkeu Berikan Klarifikasi, Begini Penjelasannya
“Melalui kegiatan ini, dilakukan kegiatan pembenahan Museum Kenangan Semeru agar dapat meningkatkan animo pengunjung,” terangnya.
Selain itu, museum ini menurutnya sebagai pusat informasi bagi masyarakat umum agar bisa mengetahui secara mendalam dan akurat tentang letusan Gunung Semeru.
“Jadi supaya bisa tahu informasi soal letusan Semeru, dampak dan proses recovery pasca bencana,” tegasnya.
Artikel Terkait
FK Unej Edukasi Ibu-Ibu Muda Rambipuji Olah Makanan Sehat, Cegah Stunting dan Kelainan Bawaan
Faperta UNEJ Ciptakan Sabun Moringa, Bebas Deterjen untuk Menjaga Kelembaban Kulit, Cocok untuk Masyarakat Pesisir
Akomodir Kreativitas Gen Z, Akademisi UNEJ Inisiasi Lomba Berbasis AI, Peringati HUT Kemerdekaan RI ke-79
Teh Cascara Vanilli, Produk Minuman Unik yang Ramah Lingkungan, Kolaborasi Mawa Unej dan Timor Leste
Jadi Pionir Inovasi, Rektor UNEJ Kukuhkan 7.630 ARUNA, Mahasiswa Baru 2024