SketsaNusantara.id- Sang Wretikandayun, juga dikenal sebagai Maharaja Suradarma Jayaprakosa, merupakan tokoh sentral dalam sejarah Nusantara yang berhasil membawa perubahan besar.
Sebagai raja pertama Kerajaan Galuh, ia memimpin dengan kecerdasan dan keberanian, membebaskan Galuh dari kekuasaan Tarumanagara pada tahun 670 M.
Langkah ini tidak hanya memerdekakan kerajaannya, tetapi juga membuka jalan bagi Galuh untuk menjadi salah satu kerajaan paling berpengaruh di Jawa Barat.
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun TikTok @santritajug, Wretikandayun berasal dari garis keturunan bangsawan yang kuat.
Kakek buyutnya, Maharesiguru Manikmaya, adalah tokoh Hindu dari Keluarga Calankayana di India.
Setelah menikah dengan Dewi Tirtakencana, putri Maharaja Suryawarman dari Tarumanagara, Manikmaya diberikan wilayah Kendan di Nagreg, Bandung.
Inilah yang kemudian menjadi pusat Kerajaan Kendan.
Pada usia 21 tahun, Wretikandayun naik takhta sebagai Raja Kendan pada 23 Maret 612 M, menggantikan ayahnya.
Namun, ambisi besarnya mendorongnya untuk membangun pusat pemerintahan baru, yang ia namakan Galuh, berarti "permata".
Kota baru ini tidak hanya menjadi pusat kekuasaan, tetapi juga simbol kejayaan dan kemerdekaan yang diimpikan oleh Wretikandayun.
Saat Tarumanagara berada di bawah kekuasaan Sri Maharaja Tarusbawa pada tahun 669 M, Wretikandayun yang saat itu sudah berusia 78 tahun, mengambil langkah berani.
Artikel Terkait
Dikenal sebagai Kerajaan Hindu Terakhir dari Pulau Jawa dan Nusantara, Inilah Sejarah Kerajaan Blambangan
Kapal Jung Jawa Kuno: Raksasa Maritim Nusantara yang Mengubah Sejarah Kerajaan, Milik Siapa?
Jadi Kafe Kekinian! Ternyata Bangunan ini Bekas Peninggalan Raja Batik Yogyakarta di Era Kerajaan Mataram yang Super Power, Jujukan Muda-mudi?
Punya Mitos Mencekam? Bongkar Misteri di Balik Warisan Nenek Moyang Kerajaan Majapahit, Hati-Hati Bagi Para Pejabat
Punya Model Unik, Saksi Bisu Jejak Kerajaan Majapahit, Punya Mitos yang Bisa Bikin Kamu Jadi...
Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang