Sabtu, 4 Juli 2026

Dulu Tempat Pemandian Para Raja, Sekarang Jadi Destinasi Wisata, Inilah Candi Umbul Warisan Kerajaan Mataram Kuno Abad ke-8

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Jumat, 6 September 2024 | 13:00 WIB
Candi Umbul destinasi wisata peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Instagram/@kalamaksara)
Candi Umbul destinasi wisata peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Instagram/@kalamaksara)

 

SketsaNusantara.id - Berjalan-jalan di Kabupaten Magelang, tentu tidak akan asing dengan nama Candi Umbul.

Candi Umbul merupakan situs purbakala berwujud pemandian air panas yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah mengatakan, Candi Umbul berasal dari kata umbul (bahasa Jawa) karena adanya sumber air yang keluar dari dasar kolam.

Baca Juga: Kisah Legendaris Ratu Shima, Pemimpin Kerajaan Kalingga yang Rela Memotong Jari Tangan Putra Mahkota karena Lakukan Kesalahan Ini...

Sumber air tersebut selalu menyembul atau muncul dari dasar menuju atas permukaan berupa gelembung-gelembung, masyarakat Jawa kemudian menyebut mumbul (naik).

Candi Umbul diketahui dibangun pada zaman Wangsa Syailendra atau Sailendra yang termasuk dalam dinasti Kerajaan Mataram Kuno antara tahun 800 – 850 M atau abad 8 M.

Lokasi Candi Umbul berada di desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Ada Arca Mirip Lambang Negara Singapura! Inilah Keunikan Candi Ngawen dari Kerajaan Mataram Kuno di Daerah Magelang

Dikutip SketsaNusantara.di dari kebudayaan.kemdikbud.go.id, Halaman Candi Umbul menempati tanah seluas 3.562 m2, dibatasi oleh pagar tembok keliling.

Meskipun dinamakan candi, namun tidak ada bangunan spesifikasi yang menunjukan adanya candi, malahan hanya ada 2 kolam air panas.

2 kolam tersebut dibangun dengan batu-batuan andesit yang biasanya digunakan sebagai tembok candi.

Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno

Ukuran kolam Candi Umbul di bagian sebelah barat laut yakni sebesar 8.50 m x 7.0 m, sedangkan di sebelah Tenggara 7,15 m x 12,5 m.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X