Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Candi Lawang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang Dibangun Sekitar Abad ke-9 Masehi

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Rabu, 4 September 2024 | 09:15 WIB
Candi Lawang (Youtube.com/ZU Explorer)
Candi Lawang (Youtube.com/ZU Explorer)

 

SketsaNusantara.id – Candi merupakan salah satu peninggalan sejarah di Indonesia yang berasal dari kerajaan Hindu-Buddha.

Peninggalan candi-candi tersebut tentunya tersebar di seluruh Nusantara dan kini menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik.

Di antara kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia ada salah satu nama yang bernama Kerajaan Mataram Kuno.

Baca Juga: Inilah Candi Jawi Peninggalan Kerajaan Singasari yang Dibangun pada Abad ke-13 di Masa Pemerintahan Raja Kertanegara

Kerajaan Mataram Kuno juga disebut sebagai Kerajaan Medang yang didirikan di Jawa Tengah pada abad ke-8.

Dan di abad ke-10, kerajaan ini pindah ke Jawa Timur dan pernah mengalami masa kejayaannya pada abad 9 dan 10 hingga meninggalkan berbagai situs sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Di antara banyaknya peninggalan sejarah dari Kerajaan Mataram Kuno, ada salah satu situs yang bernama Candi Lawang.

Baca Juga: Mengenal Keunikan Candi Dieng Banjarnegara, Peninggalan Kerajaan Kalingga yang Konon Merupakan Candi Paling Tua di Indonesia

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Candi Lawang berlokasi di Dusun Dangean, Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. candi ini terletak di lereng timur Gunung Merapi.

Diketahui, nampak dari Candi Lawang ini tidak utuh lagi dan hanya tersisa bagian tangga, kaku, dan pintu masuk. Lawang dalam Bahasa Jawa berarti pintu.

Di kawasan candi ini juga terdapat candi induk yang berukuran 6,43x6,5 meter dan kondisi bangunannya sudah runtuh menyisakan bagian fondasi, tangga, serta bingkai pintu.

Baca Juga: Sejarah Candi Mendut Magelang Sebagai Peninggalan Dinasti Syailendra, Ternyata Reliefnya Menggambarkan Ini...

Di bagian kiri pintu terdapat tulisan yang dibaca ‘ku thi ka la ma sa tka’ yang sudah terlihat aus. Selain itu, di bangunan ini juga terdapat ragam hoas motif kertas tempel yang bentuknya seperti belah ketupat dengan ceplok bunga.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

X