SketsaNusantara.id - Blambangan muncul sebagai kisah yang menakjubkan.
Kali ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di Pulau Jawa, yang pernah menjadi kekuatan penting.
Blambangan, terletak di ujung timur Pulau Jawa, dulunya meliputi wilayah dari Lumajang di selatan hingga Panarukan di utara, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube LINTASAN FAKTA.
Wilayah ini, yang dikelilingi lautan, memiliki posisi strategis dengan pelabuhan penting seperti Panarukan, yang menjadi pusat transit utama kapal-kapal perdagangan rempah.
Baca Juga: Pemandian Tak Pernah Kering, Candi Umbul di Magelang Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
Pada masa kejayaannya, Blambangan merupakan bagian dari Majapahit, namun penaklukan oleh Majapahit tidak mudah.
Raden Wijaya, pendiri Majapahit, menghadapi perlawanan keras dari Adipati Wiraraja, penguasa Blambangan, yang akhirnya tetap sebagai daerah otonom hingga masa-masa berikutnya.
Pada abad ke-15, Blambangan menjadi tempat pelarian Kertabumi setelah kehancuran Trowulan.
Baca Juga: Lokasi Kerajaan Tertua di Nusantara Ini Menjadi Kawasan IKN, Seperti Menghidupkan Kejayaan Masa Lalu
Pendirian kerajaan Blambangan oleh Lembu Miranda, putra Brawijaya, menandai awal dari periode pemerintahan Hindu di wilayah ini.
Memasuki abad ke-16, Blambangan di bawah kepemimpinan Bima Koncar menghadapi ancaman dari kerajaan-kerajaan Islam seperti Demak.
Meskipun mengalami berbagai serangan, Blambangan berhasil mempertahankan wilayahnya dalam beberapa periode.
Artikel Terkait
Eksplorasi Petilasan Sri Aji Joyoboyo Peninggalan Kerajaan Kediri, Kini Jadi Wisata Sejarah yang Gaet Banyak Wisatawan
Mengulik Candi Klero yang Konon Merupakan Peninggalan dari Kerajaan Singasari di Semarang
Punya 7 Warna? Jujugan Terunik Peninggalan Kerajaan Cirebon yang Tersembunyi di Dalam Keraton, Warga Jomblo Wajib ke Sini
Napak Tilas Warisan Kerajaan Cirebon, Misteri di Balik Keraton Kasepuhan, Sumur Sumber Manfaat Ini Sampai Pernah Jadi Tempat Wudhu Wali Songo
Misteri Candi Dermo yang Tersembunyi di Kawasan Sidoarjo, Gerbang Menuju Tempat Suci Kerajaan Majapahit?