Kamis, 4 Juni 2026

Berbeda Dengan Negara Lain, Indonesia Justru Tidak Menggunakan Bahasa Penjajahnya, Kenapa?

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 30 Agustus 2024 | 12:30 WIB
Ilustrasi: Bangsa Indonesia tidak menggunakan Bahasa penjajah Belanda setelah Merdeka. (Freepik)
Ilustrasi: Bangsa Indonesia tidak menggunakan Bahasa penjajah Belanda setelah Merdeka. (Freepik)

SketsaNusantara.id - Negara-negara Amerika Selatan dan Karibia umumnya melanjutkan penggunaan bahasa penjajah mereka, Spanyol untuk bekas koloni Spanyol dan Portugis di Brasil.

Singapura, meskipun tidak menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional, menjadikannya salah satu dari empat bahasa resmi.

Sementara Malaysia, yang juga pernah dijajah Inggris, fasih menggunakan bahasa Inggris. Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Baca Juga: Unik! Selain Borobudur, Inilah Candi yang Terkubur dalam Tanah Magelang dengan Umur Ratusan Tahun Namun Tetap Utuh hingga Saat Ini

Indonesia telah dijajah Belanda selama sekitar 350 tahun, sejak kedatangan pertama pada 1596 hingga pengakuan kemerdekaan pada 1949.

Meskipun dijajah cukup lama, Indonesia memilih untuk tidak mengadopsi bahasa Belanda sebagai bahasa nasional.

Menariknya, Indonesia malah mengangkat bahasa Melayu, yang sudah lama digunakan dalam perdagangan dan interaksi sehari-hari.

Baca Juga: Momen Bersejarah: Indonesia Kembali ke Negara Kesatuan Setelah Perubahan Konstitusi Besar!

Sebagai bahasa perjuangan dan bahasa resmi setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Geografyi, pada masa penjajahan, bahasa Belanda tidak menjadi bahasa dominan di Indonesia.

Walaupun Belanda mempengaruhi bahasa melalui pengenalan kata-kata baru, bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa utama dalam komunikasi.

Baca Juga: Mengenal Gelora Operasi Trikora: Cara Soekarno Merebut Tanah Papua dari Kekangan Belanda, Benarkah?

Abad ke-19 menyaksikan bahasa Melayu bertransformasi menjadi bahasa yang lebih formal, digunakan dalam literatur dan pendidikan.

Baru pada awal abad ke-20, Belanda memperkenalkan bahasa Belanda secara lebih luas, namun sudah terlambat.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Youtube Geografyi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X