Jumat, 3 Juli 2026

Fakta Menarik Bambu Runcing, Senjata Tradisional Sederhana Namun Mematikan yang Ditakuti Belanda

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 19 Agustus 2024 | 22:00 WIB
Bambu runcing senjata yang ditakuti Belanda  (Laman dewandakwahlampung.com)
Bambu runcing senjata yang ditakuti Belanda (Laman dewandakwahlampung.com)

SketsaNusantara.id - Bambu runcing adalah senjata tradisional yang memiliki makna penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia yang ditakuti Belanda.

Meskipun hanya terbuat dari bahan yang sederhana, yaitu bambu, senjata ini menjadi simbol keberanian dan ketahanan rakyat Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda.

Senjata yang sederhana terbuat dari bambu gang diruncingkan pada salah satu ujungnya ini memang tidak sebanding dengan senjata modern yang dimiliki oleh Belanda, namun keberadaannya membuat Belanda takut.

Baca Juga: Proyek Mangkrak Hindia Belanda di Surabaya Ini Eksis Sejak Abad ke-18, Sering Ada Kecelakaan karena Penampakan Makhluk Astral?

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Tiktok @FaktaFunky, Belanda tajut pada senjata bambu runcing yang digunakan para pejuang tanah air ini karena beberapa alasan, yakni :

• Bambu runcing dianggap Belanda sebagai senjata pembunuh dalam keheningan yang tak mengeluarkan suara apapun ketika dilemparkan sehingga keberadaannya tidak diketahui.

• Penjajah mengaku lebih baik tertembak senjata daripada terkena bambu runcing karena menurut mereka terkena tembakan peluru masih bisa diobati namun jika terkena bambu runcing bisa mati perlahan karena terkena infeksi.

Baca Juga: Makam Djemilah Birnie, Pribumi yang Dinikahi oleh Saudagar Kaya Belanda, Jadi Asal-usul Nama Jember?

Bambu runcing adalah senjata tradisional yang memiliki makna penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Senjata ini dikenal sebagai simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan, terutama selama masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Bambu runcing sendiri konon pertama kali diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Kiai Subkhi dari Temanggung yang kemudian dikenal sebagai Jenderal Bambu Runcing.

Baca Juga: Stasiun Radio Malabar di Mana? Berjarak 12 Ribu Km dari Belanda, Ini Alasannya Dibangun di Gunung Puntang Bandung

Kiai Subkhi menggunakan bambu runcing sebagai senjata untuk melawan penjajahSenjata ini digunakan pada pertempuran 10 November 1945 denagn pasukan yang disebut sebagai pasukan Barisan Bambu Runcing.

Seiring berjalannya waktu, bambu runcing telah menjadi simbol perlawanan dan identitas nasional. 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Tiktok @FaktaFunky

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X