SketsaNusantara.id - Wage Rudolf Soepratman atau WR Soepratman, namanya yang tak asing bagi telinga masyarakat Indonesia.
Seluruh rakyat di penjuru tanah air mengenal sosoknya sebagai pencipta lagu "Indonesia Raya" yang dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia dan menjadi simbol perjuangan rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Lagu "Indonesia Raya" juga menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme di seluruh Nusantara yang terus membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan ketika menyanyikannya.
Namun, di balik lagu tersebut, ternyata terdapat kisah menarik tentang WR Soepratman yang ternyata pernah jadi buronan polisi Belanda.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Jimmy Oentoro Channel, Dr. Dario Turk selaku Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan cicit menantu dari sang maestro menceritakan bahwa Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan usai Kongres Pemuda II pada tahun 1928.
"Pertama kali WR Soepratman pada Kongres Sumpah Pemuda kedua 28 Oktober 1928 saat penutupan, beliau memainkan lagu Indonesia Raya secara instrumentak hanya dengan gitar," kata Dr. Dario.
"Saat itu juga dibagikan teks jadi semua orang nyanyi karena ada polisi belanda di situ takut ditangkap jadi sebagian kata lagu itu digantikan oleh Bung Karno," imbuhnya.
Pada Kongres Pemuda II yang digelar di Gedung Indonesiche Club, Jalan Kramat 106 Batavia (Jakarta), alunan instrumen yang dimainkan WR Soepratman sangat menyentuh dan para pemuda yang hadir menyanyikannya dalam hati para pemuda yang hadir sebagai tindakan cita-cita bersama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan menuju Indonesia yang merdeka dan berdaulat.
Lirik lagu Indonesia Raya kemudian diterbitkan dalam Koran Sin Po pada bulan November 1928. Sin Po merupakan media massa tempat WR Soepratman bekerja sebagai wartawan.
Baca Juga: Profil dr. Dario Turk, Sp.OG, Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan Cicit Menantu dari Sang Maestro
Menilik dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, publikasi lirik Lagu Indonesia Raya yang dimuat dalam Koran Sin Po, memicu semua partai dan lembaga atau ormas dan perkumpulan lainnya menyanyikan lagu tersebu dengan khidmat sebelum memulai acara pertemuan.
Awalnya, WR Supratman menciptakan lagu "Indonesia Raya" dan menulis liriknya dengan judul "Indones, Indones, Merdeka, Merdeka" yang kemudian diganti menjadi "Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka".
Artikel Terkait
Menelusuri Jejak Sejarah dan Misteri Singgasana Kesultanan Banten, Ternyata Bukan Istana Pertama Sultan?
Sejarah Benteng Van Den Bosch hingga Keberadaan Makam Pengikut Pangeran Diponegoro yang Dikubur Hidup-Hidup
Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng
Bukan Wali Songo! Ada 3 Teori Sejarah Masuknya Agama Islam ke Wilayah Nusantara, Mana yang Benar?
Mengenal Sosok Djiauw Kie Siong, Pemilik Rumah Proklamasi Rengasdengklok yang Jadi Saksi Sejarah Kemerdekaan Indonesia
Intip Sejarah Peninggalan Benda Sakti dari Blitar, Sampai Bisa Taklukkan Bencana Alam! Ada Khodam Apa di Dalamnya?