Minggu, 19 Juli 2026

Mengulik Kisah WR Soepratman yang Pernah Jadi Buronan Belanda Usai Menyanyikan Lagu Indonesia Raya di Kongres Pemuda, Apa Alasannya?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 21:00 WIB
Potret patung WR Soepratman memainkan biola saat melantunkan lagu Indonesia Raya pertama kali saat Kongres Sumpah Pemuda II (Instagram/gie.prd)
Potret patung WR Soepratman memainkan biola saat melantunkan lagu Indonesia Raya pertama kali saat Kongres Sumpah Pemuda II (Instagram/gie.prd)

SketsaNusantara.id - Wage Rudolf Soepratman atau WR Soepratman, namanya yang tak asing bagi telinga masyarakat Indonesia.

Seluruh rakyat di penjuru tanah air mengenal sosoknya sebagai pencipta lagu "Indonesia Raya" yang dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia dan menjadi simbol perjuangan rakyat dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Lagu "Indonesia Raya" juga menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme di seluruh Nusantara yang terus membangkitkan semangat perjuangan kemerdekaan ketika menyanyikannya.

Baca Juga: Sejarah Lagu Indonesia Raya Karya WR Supratman yang Tak Banyak Orang Tahu, Hingga Kini Populer Dinyanyikan 1 Stanza Tapi Ini Fakta yang Sebenarnya...

Namun, di balik lagu tersebut, ternyata terdapat kisah menarik tentang WR Soepratman yang ternyata pernah jadi buronan polisi Belanda.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Jimmy Oentoro Channel, Dr. Dario Turk selaku Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan cicit menantu dari sang maestro menceritakan bahwa Lagu Indonesia Raya pertama kali dikumandangkan usai Kongres Pemuda II pada tahun 1928.

"Pertama kali WR Soepratman pada Kongres Sumpah Pemuda kedua 28 Oktober 1928 saat penutupan, beliau memainkan lagu Indonesia Raya secara instrumentak hanya dengan gitar," kata Dr. Dario.

Baca Juga: Misteri Nama 'Rudolf' di WR Soepratman: Menyingkap Jejak Perjuangan Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya

"Saat itu juga dibagikan teks jadi semua orang nyanyi karena ada polisi belanda di situ takut ditangkap jadi sebagian kata lagu itu digantikan oleh Bung Karno," imbuhnya.

Pada Kongres Pemuda II yang digelar di Gedung Indonesiche Club, Jalan Kramat 106 Batavia (Jakarta), alunan instrumen yang dimainkan WR Soepratman sangat menyentuh dan para pemuda yang hadir menyanyikannya dalam hati para pemuda yang hadir sebagai tindakan cita-cita bersama dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan menuju Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Lirik lagu Indonesia Raya kemudian diterbitkan dalam Koran Sin Po pada bulan November 1928. Sin Po merupakan media massa tempat WR Soepratman bekerja sebagai wartawan.

Baca Juga: Profil dr. Dario Turk, Sp.OG, Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan Cicit Menantu dari Sang Maestro

Menilik dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI, publikasi lirik Lagu Indonesia Raya yang dimuat dalam Koran Sin Po, memicu semua partai dan lembaga atau ormas dan perkumpulan lainnya menyanyikan lagu tersebu dengan khidmat sebelum memulai acara pertemuan.

Awalnya, WR Supratman menciptakan lagu "Indonesia Raya" dan menulis liriknya dengan judul "Indones, Indones, Merdeka, Merdeka" yang kemudian diganti menjadi "Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka".

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube Jimmy Oentoro Channel

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X