Minggu, 19 Juli 2026

Sejarah Lagu Indonesia Raya Karya WR Supratman yang Tak Banyak Orang Tahu, Hingga Kini Populer Dinyanyikan 1 Stanza Tapi Ini Fakta yang Sebenarnya...

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Jumat, 16 Agustus 2024 | 18:45 WIB
Indonesia Raya ciptaan WR Supratman  (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Indonesia Raya ciptaan WR Supratman (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

SketsaNusantara.id - Lagu Indonesia Raya yang merupakan ciptaan Wage Rudolf (WR) Supratman pada awalnya merupakan lagu yang terdiri dari 3 stanza.

Namun yang selama ini sering kita dengar atau kita nyanyikan saat upacara bendera hanya yang 1 Stanza saja.

Pada dasarnya lagu kebangsaan Indonesia Raya memiliki 3 stanza atau 3 baris lirik yang berbeda-beda seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id.

Baca Juga: Misteri Nama 'Rudolf' di WR Soepratman: Menyingkap Jejak Perjuangan Sang Pencipta Lagu Indonesia Raya

Stanza dalam konteks lagu merujuk pada bagian atau bait dari lirik lagu. Setiap stanza biasanya terdiri dari beberapa baris yang menyampaikan ide, tema, atau emosi tertentu.

Lagu Indonesia Raya sendiri sebenarnya terdiri dari 3 stanza, namun hanya 1 stanza yang sering dinyanyikan dalam upacara bendera atau berbagai acara resmi. 

Rupanya hal ini diputuskan pada tahun 1945, setelah proklamasi kemerdekaan, pemerintah Indonesia memutuskan untuk hanya menyanyikan satu stanza dari lagu ini.

Baca Juga: Profil dr. Dario Turk, Sp.OG, Ketua Harian Yayasan WR Soepratman dan Cicit Menantu dari Sang Maestro

Keputusan ini diambil untuk menjaga kesederhanaan dan konsistensi dalam pelaksanaan upacara resmi, seperti upacara bendera di sekolah dan acara kenegaraan lainnya .

Hal ini sesuai dengan pertimbangan bahwa Stanza 1 atau pertama dari "Indonesia Raya" sudah mencakup esensi dan semangat kebangsaan yang ingin disampaikan, sehingga dianggap cukup untuk mewakili keseluruhan lagu.

Berikut ini Lagu Indonesia Raya dengan 3 Stanza:

• Indonesia Raya Stanza 1

Indonesia tanah airku,

Tanah tumpah darahku,

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kebudayaan.kemdikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X