SketsaNusantara.id - Kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil yang diperoleh dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan penuh liku.
Salah satu kisah heroik menjelang proklamasi adalah penculikan Bung Karno dan Bung Hatta oleh golongan muda yang dipimpin oleh Chaerul Saleh.
Aksi ini bertujuan untuk mendesak kedua tokoh nasional tersebut segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Pada 16 Agustus 1945, Bung Karno diculik dari rumahnya di Pegangsaan Timur dan dipindahkan ke sebuah rumah di Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Rumah ini beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 33, milik Djiauw Kie Siong, seorang petani keturunan Tionghoa, menjadi tempat bersejarah dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari jika.karawangkab.go.id, Djiauw Kie Siong adalah seorang petani keturunan Tionghoa yang lahir di Pisangsambo, Tirtajaya, Karawang, Jawa Barat, pada tahun 1880.
Ia adalah anggota tentara PETA (Pembela Tanah Air) dan pemilik rumah di Dusun Bojong, Rengasdengklok, yang menjadi tempat aman bagi Bung Karno dan Bung Hatta menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Rumah Djiauw Kie Siong ini menjadi saksi bisu pentingnya peran Rengasdengklok dalam sejarah Indonesia.
Pada 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta dibawa ke rumah ini oleh para pemuda untuk mendesak mereka segera memproklamirkan kemerdekaan.
Keberadaan rumah yang jauh dari pengawasan tentara Jepang menjadikannya tempat yang strategis untuk perencanaan proklamasi.
Djiauw Kie Siong, yang wafat pada tahun 1964, memiliki sembilan anak dari dua pernikahan. Nama-nama anaknya antara lain Djiauw Kang Hie, Djiauw King Hie, Djiauw Njien Hien, Djiauw Kie Sien, Djiauw Kap Njong, Djiauw Ten Njong, Djiauw Joet Njong, Djiauw Lien Njong, dan Djiauw Piang Moij.
Artikel Terkait
Intip Perjuangan Silas Papare, Sosok Pahlawan Tangguh dari Tanah Papua yang Ikut Mempertahankan Kemerdekaan RI
Siapa Suhud Sastro Kusumo? 5 Fakta Tokoh yang Lindungi Keluarga Bung Karno, Saat Kemerdekaan Indonesia Berperan Sebagai...
3 Fakta Istimewa Terkait Pertimbangan Soekarno Memilih 17 Agustus 1945 Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Jadi Landasan yang Paling Mendasar
Asal-usul Malam Tirakatan 17 Agustus, Tradisi Masyarakat Jawa Sambut Kemerdekaan Sudah Ada Sejak Sultan Hamengkubuwono IX?
Radio Bekupon Legendaris Surabaya: Memiliki Bentuk Unik, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan RI yang Harusnya Dijaga
Kesaktian Sultan Hamengkubuwono IX: Sering Dapat Bisikan Gaib hingga ‘Di-spill’ tentang Kemerdekaan Indonesia