Saat ini, rumah bersejarah tersebut dijaga dan dirawat oleh cucunya, Djiauw Kiang Lin, yang akrab disapa Yanto, bersama istrinya Liauw Cing Lan.
Dengan perawatan yang baik, rumah ini terus menjadi simbol penting dari perjuangan dan pengorbanan menuju kemerdekaan Indonesia, serta tempat yang mengingatkan kita akan semangat nasionalisme yang kuat.
Rumah Djiaw Kie Siong dipilih karena lokasinya yang dianggap aman, jauh dari pengawasan tentara Jepang dan berada di bawah pengaruh tentara Peta.
Di sinilah, teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia disusun sebelum akhirnya dibacakan pada 17 Agustus 1945.
Bangunan rumah ini, meski sederhana, menyimpan nilai sejarah yang sangat besar. Dibangun pada tahun 1920, rumah ini sudah mengalami pemindahan pada tahun 1957 akibat abrasi Sungai Citarum.
Meskipun demikian, sekitar 95 persen bangunannya tetap asli, termasuk dinding dari kayu jati, langit-langit dari anyaman bambu, dan genting tua yang masih terjaga.
Di dalam rumah ini, terdapat tempat tidur (dipan) yang pernah digunakan oleh Bung Hatta, sedangkan dipan yang digunakan oleh Bung Karno kini disimpan di Bandung.
Keaslian dan keutuhan rumah ini membuatnya menjadi tempat yang penuh kenangan akan perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Bagi yang ingin merasakan nuansa sejarah dari dekat, rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok ini menjadi destinasi yang patut dikunjungi.
Tempat ini tidak hanya menawarkan pandangan mendalam tentang masa lalu, tetapi juga mengingatkan kita akan semangat dan perjuangan para pahlawan bangsa dalam meraih kemerdekaan.***
Artikel Terkait
Intip Perjuangan Silas Papare, Sosok Pahlawan Tangguh dari Tanah Papua yang Ikut Mempertahankan Kemerdekaan RI
Siapa Suhud Sastro Kusumo? 5 Fakta Tokoh yang Lindungi Keluarga Bung Karno, Saat Kemerdekaan Indonesia Berperan Sebagai...
3 Fakta Istimewa Terkait Pertimbangan Soekarno Memilih 17 Agustus 1945 Sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, Nomor 2 Jadi Landasan yang Paling Mendasar
Asal-usul Malam Tirakatan 17 Agustus, Tradisi Masyarakat Jawa Sambut Kemerdekaan Sudah Ada Sejak Sultan Hamengkubuwono IX?
Radio Bekupon Legendaris Surabaya: Memiliki Bentuk Unik, Saksi Bisu Perjuangan Kemerdekaan RI yang Harusnya Dijaga
Kesaktian Sultan Hamengkubuwono IX: Sering Dapat Bisikan Gaib hingga ‘Di-spill’ tentang Kemerdekaan Indonesia