Jumat, 10 Juli 2026

Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:15 WIB
Sejarah awal dan manfaat minuman khas Betawi, bir pletok.   ( X/ @kbrisingapura.)
Sejarah awal dan manfaat minuman khas Betawi, bir pletok. ( X/ @kbrisingapura.)

 

SketsaNusantara.id - Banyak yang salah kaprah mengira bir pletok adalah minuman beralkohol campur vodka.

Namun, sebenarnya bir pletok adalah minuman tradisional Betawi yang sarat dengan sejarah dan khasiat kesehatan.

Terinspirasi oleh minuman dingin berbusa yang diminum oleh orang Belanda pada masa penjajahan, masyarakat Betawi menciptakan versi lokal dengan sentuhan yang unik dan kaya budaya.

Baca Juga: Makam Kyai Pahing, Keturunan Tokoh Muslim Penyebar Ajaran Kristen di Pulau Jawa, Pendiri Gereja Kristen Jawi Wetan?

Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube halunation, bir pletok dibuat dari campuran sembilan rempah tradisional, seperti jahe, serai, lada, kapulaga, daun jeruk purut, daun pandan, kayu manis, cengkeh, dan kulit kayu secang.

Proses pembuatannya melibatkan merebus bahan-bahan ini, memasukkannya ke dalam bambu, dan mengocoknya hingga menghasilkan busa yang mirip dengan busa bir.

Warna merah mencolok dari bir pletok dan khasiatnya untuk memperlancar peredaran darah serta menghangatkan tubuh menjadikannya pilihan minuman yang sangat bernilai.

Baca Juga: Cuma 9 Ribuan! Mie Ayam Bu Yanti di Jember Porsi Jumbo Satu Mangkok Bisa Sharing Lho, Lokasinya…

Meskipun namanya mengandung kata "bir," bir pletok tidak mengandung alkohol atau termasuk dalam kategori craft beer.

Sebaliknya, ia adalah minuman tradisional yang menawarkan sejumlah manfaat kesehatan.

Jahe, yang merupakan salah satu bahan utama, dikenal dapat membantu pencernaan, mengurangi kembung setelah makan, dan merangsang proses pencernaan dengan mempercepat pengosongan perut.

Baca Juga: Mengenal Risoles, Camilan Favorit Masyarakat Indonesia dari Berbagai Kalangan, Ternyata Begini Awal Kemunculannya

Menurut studi dari American Pain Society tahun 2010, konsumsi dua gram jahe per hari dapat mengurangi nyeri otot akibat olahraga.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X