Setelah menempuh pendidikan pesantren selama 17 tahun dan memiliki bekal ilmu agama, Kyai Zainal Mustafa kembali ke kampung halamannya, Tasikmalaya.
Ia mendirikan Pondok Pesantren Sukamanah yang masih eksis sampai saat ini.
Keunikan di Pesantren Sukamanah yang didirkan Kyai Zainal Mustafa yaitu menggunakan Bahasa Sunda sebagai pengantar.
Para santri juga sangat diperbolehkan mempelajari bahasa Asing seperti Bahasa Belanda hingga bahasa daerah Melayu.
5) Menentang kebijakan Jepang
Saat pendudukan Jepang di Indonesia saat itu banyak memberikan kesensaraan terhadap masyarakat hingga menggerakkan hati Kyai Zainal Mustafa untuk melakukan perlawanan.
Kyai Zainal Mustafa menentang kebijakan-kebijakan Jepang, seperti seikerei atau kewajiban penghormatan ke kaisar Jepang.
Tak hanya itu, Kyai Zainal Mustafa juga menentang shokuryo kamri zimusyo atau kewajiban menyerahkan berkas kantor pengelolaan pangan.
Karena perlawanan dan penentangan yang dilakukannya terhadap Jepang, Kyai Zainal Mustafa dan sejumlah santri ditangkap dan dieksekusi.
Namun, sampai saat ini belum diketahui persis di mana makam pahlawan dari Tasikmalaya itu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Siapa Ida Dewa Agung Jambe? Sosok Pahlawan Nasional dari Klungkung Bali yang Gugur dalam Perang Puputan Melawan Belanda
Siapa Bataha Santiago? Pahlawan Nasional Pulau Sangihe yang Mengusung Gagasan Banala Pesasumbalaeng
Bura, Pahlawan Jember yang Mati Sadis di Tangan Belanda, Pendekar Bercelurit yang Kebal Senjata hingga Tak Punya Makam
2 Kesaktian Bura, Pendekar Sakti dari Jember yang Tak Mau Disebut Pahlawan, Punya Amalan dari KH Abdul Hamid
Siapa Dokter Soebandi? Pahlawan Jember yang Namanya Abadi, Sahabat Letkol Sroedji yang Segera Bergelar Pahlawan Nasional
Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah, Tokoh Pendiri NU, Jadi Wisata Religi di Jombang, Lokasinya di…
Siapa M Sroedji? Inilah Sosok Pahlawan Jember yang Pernah Memimpin 5000 Prajurit hingga Jadi Musuh Nomor 1 Belanda
Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama
Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini
Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?