Mahbub Djunaidi tak hanya berhenti menjadi Ketua Umum PMII, diketahui ia juga merambah jabatannya menjadi Wakil Sekjen Nahdlatul Ulama (NU) dan Wakil Ketua I PBNU periode 1970 hingga1979 dan 1984 hingga 1989.
2. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Mahbub Djunaidi pernah menyentuh dunia jurnalistik sebagai Pemimpin Redaksi surat kabar naungan NU yakni Duta Masyarakat, ia menjabat sejak 1960 hingga 1970.
Sebagai seorang jurnalis, Mahbub Djunaidi tergabung dalam organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
Perkembangan Mahbub dalam dunia jurnalistik sangat pesat hingga diangkat menjadi Wakil Ketua PWI Pusat tahu 1963 dan Ketua Umum PWI Pusat sejak 1965 hingga 1970.
3. Karya sastranya mendapatkan penghargaan DKJ
Sebagai seorang sastrawan tentunya Mahbub Djunaidi memiliki banyak sekali karya sastra berupa novel atau cerpen.
Baca Juga: Akhir Tragis Kapten Tack VOC dan Raden Trunojoyo, Benarkah Karena Kutukan Mahkota Majapahit?
Salah satu karya Mahbub Djunaidi yakni berupa novel berjudul "Dari Hari ke Hari" mendapat penghargaan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 1974.
Novel "Dari Hari ke Hari" merupakan karya Mahbub Djunaidi yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1975 oleh Dunia Pustaka Jaya dengan tebal mencapai 148 halaman.***
Artikel Terkait
Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?
Terbongkar Sosok Nenek Moyang Prabowo Subianto, Pernah Terlibat Pasukan Perang Sampai Culik Diponegoro?
Yuk, Jalan-jalan ke Pantai Modangan di Malang, Hidden Gem Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur, Cek Lokasinya
Kisah Raden Ario Majang Koro: Orang Madura Pertama yang Jadi Kolonel Hindia Belanda, Ternyata Dulunya Punya Kehidupan Seperti Ini...
Siapa Sosok Jesajas Pongoh? Salah Satu Serdadu Asal Manado yang Berhasil Melumpuhkan Sisingamangaraja XII
Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal
Dulunya Selalu Diarak saat Idul Adha, Kerangka Hewan dari Keraton Yogyakarta Ini Sekarang Ada di UGM
Pondok Pesantren Tertua Kedua di Indonesia Ada di Semarang, Miliki Mushola Markas Medan Barat