SketsaNusantara.id - Keraton Yogyakarta memiliki beberapa tradisi unik.
Salah satu tradisi uniknya ini terjadi di Hari Raya Idul Adha dengan mengarak gajah Keraton Yogyakarta.
Salah satu gajah yang dulu juga di arak di Keraton Yogyakarta ini telah meninggal.
Dilansir SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @museumbiologiugm, gajah ini bernama Nyi Bodro yang juga berasal dari Keraton Yogyakarta.
Gajah ini memiliki daun telinga yang lebih kecil dari saudaranya di Afrika.
Memiliki punggung tidak cekung, kepala lebih tinggi daripada lengan depan.
Nyi Bodro ini dulu juga digunakan untuk berbagai tradisi di Keraton Yogyakarta dan penyambutan tamu.
Akan tetapi gajah ini kemudian meninggal pada tahun 2000 karena jatuh sakit. Kemudian gajah ini dimakamkan di Kompleks Kandang Gajah Barat.
Kemudian di ekskavasi pada tahun 2011 dan kerangkanya direkonstruksi oleh Fakultas Biologi UGM atas permintaan Kraton Yogyakarta.
Yang akhirnya kerangka Gajah Nyi Bodro dihibahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk melengkapi koleksi Museum Biologi UGM atau Universitas Gadjah Mada.
Sehingga kini jika ingin melihat kerangka gajah ini dapat di Museum Biologi UGM.***
Artikel Terkait
Sisi Lain Masjid Kotagede Yogyakarta, Sejarah Unik Dalam Penentuan Kiblat dari Sunan Kalijaga Wali Songo, Aneh bin Ajaib!
Mengulik Asal Usul Kipo, Jajanan Legendaris Khas Kotagede Yogyakarta, Kuliner Favorit Bangsawan Kerajaan Mataram Kuno
Asal Usul Nama Jalan Malioboro, Bermakna Ajaran Sultan Hamengku Buwono I hingga Jadi Poros Garis Imajiner Yogyakarta
Kampung Bule Yogyakarta Ini Ternyata Kampung Prajurit Kraton, Setiap Sudutnya Punya Sisi yang Unik dan Artistik
Kisah Syekh Ahmad Kholil Tuban, Sumur di Dekat Makamnya jadi Alarm Tsunami Aceh 2004 dan Gempa Yogyakarta 2006
Sekolah Khusus Putra Pejabat Kerajaan Kini Tetap Digunakan Jadi SD, Letaknya Ada di Samping Kraton Yogyakarta