SketsaNusantara.id - Sejarah tentang Mahbub Djunaidi sang Pendekar Pena memang tidak bisa diragukan lagi.
Mahbub Djunaidi adalah seorang tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dengan seabrek karya yang berupa tulisan sastra hingga jurnalistik.
Bukan hanya itu, Pria kelahiran 27 Juli 1933 tersebut juga mempunyai beragam profesi semasa hidupnya.
Baca Juga: Makam Nyi Ageng Serang Ada di Mana? Putri dari Pangeran Natapraja dan Panglima Perang Diponegoro
Profesi Mahbub Djunaidi yang paling dikenal oleh masyarakat Indonesia diantaranya sastrawan, tokoh pers atau wartawan, kolumnis, politisi dan juga agamawan.
Mahbub juga dikenal sebagai salah satu tokoh pembela wong cilik pada masanya melalui kritikan-kritikan tajam kepada Pemerintah pada setiap tulisannya.
Sebagai salah satu tokoh yang berjasa di Indonesia, Mahbub Djunaidi punya beberapa fakta yang menarik.
Fakta-fakta menariknya berkaitan erat dengan kehidupannya yang amat gemar di bidang sastra maupun politik.
Berikut adalah 3 fakta menarik Mahbub Djunaidi sang Pendekar Pena yang dikutip SketsaNusantara.id dari Data Pokok Kebahasaan dan Kesastraan Indonesia.
1. Ketua Umum Pertama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah organisasi mahasiswa Islam yang didirikan pada 17 April 1960 di Surabaya.
Ketua umum pertama Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah Mahbub Djunaidi yang menjabat mulai tahun 1960—1967.
Artikel Terkait
Sosok Tololiu Herman Willem Dotulong, Pernah Ukir Sejarah dalam Perlawanan Perang Diponegoro, Antek-Antek Belanda?
Terbongkar Sosok Nenek Moyang Prabowo Subianto, Pernah Terlibat Pasukan Perang Sampai Culik Diponegoro?
Yuk, Jalan-jalan ke Pantai Modangan di Malang, Hidden Gem Pesisir Pantai Selatan Jawa Timur, Cek Lokasinya
Kisah Raden Ario Majang Koro: Orang Madura Pertama yang Jadi Kolonel Hindia Belanda, Ternyata Dulunya Punya Kehidupan Seperti Ini...
Siapa Sosok Jesajas Pongoh? Salah Satu Serdadu Asal Manado yang Berhasil Melumpuhkan Sisingamangaraja XII
Apa Itu Geger Sepoy? Kisah Tragis Kraton Yogyakarta yang Legendaris, Konon karena Upaya Diplomasi yang Gagal
Dulunya Selalu Diarak saat Idul Adha, Kerangka Hewan dari Keraton Yogyakarta Ini Sekarang Ada di UGM
Pondok Pesantren Tertua Kedua di Indonesia Ada di Semarang, Miliki Mushola Markas Medan Barat