Kamis, 9 Juli 2026

Kisah Supriyadi jadi Menteri Pertahanan, Pahlawan Pemberontakan PETA Blitar yang Jejaknya Hilang Entah ke Mana

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 20:40 WIB
Supriyadi pahlawan PETA yang jadi Menteri Pertahanan. (Instagram @surabaya_historical)
Supriyadi pahlawan PETA yang jadi Menteri Pertahanan. (Instagram @surabaya_historical)

Seperti apa kisah Supriyadi yang pemimpin pemberontakan PETA hingga jadi Menteri Pertahanan?

Berikut ini SketsaNusantara.id rangkum perjalanan Shodancho Supriyadi, putra Bupati Blitar yang lahir di Trenggalek pada 13 April 1923.

Baca Juga: Jejak Kyai Zainul Arifin Pahlawan Nasional dari Barisan Hisbullah, Kisahnya Jadi Tameng Hidup Soekarno Legendaris Hingga Kini

Dikutip dari Buku Mencari Supriyadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno yang ditulis oleh Baskara Tulus Wardaya terbitan tahun 2008, Supriyadi mengganti namanya menjadi Andaryoko.

Namun, di beberapa sumber literasi lain menyebutkan bahwa Supriyadi pasca memimpin pemberontakan PETA hilang entah ke mana jejaknya.

Tak ada yang tahu apakah Supriyadi masih hidup, jadi tawanan tentara Jepang, atau sudah mati karena dieksekusi penjajah saat itu.

Baca Juga: Mengenal Korfball, Olahraga Favorit Pahlawan Jember, Letkol M Sroedji, yang Jadi Cabor di PON 2024, Buatan Belanda?

Di Buku Mencari Supriyadi dijelaskan bahwa setelah peristiwa pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi berhasil melarikan diri ke hutan.

Singkat cerita, supaya tidak dikenali Jepang, Supriyadi mengganti nama menjadi Andaryoko dan diam-diam kembali ke Jakarta untuk menemui Bung Karno.

Sosok Andaryoko yang mengaku Supriyadi ini selalu berada di sekitar Bung Karno hingga jelang Proklamasi Kemerdekaan RI.

Baca Juga: Mengulik Kisah Usmar Ismail, Sosok Pahlawan Nasional dari Perfilman Indonesia yang Punya Kontribusi Besar pada Nahdlatul Ulama

Supriyadi yang memiliki latar belakang jadi tentara PETA, juga ikut dalam barisan para pemuda untuk mendesak Ir. Soekarno segera memproklamasikan Kemerdekaan RI.

Sampai akhirnya tiba, 17 Agustus 1945 proklamasi berhasil dibacakan dan pengibaran bendera merah putih dilaksanakan di depan rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta.

Setelah memproklamirkan kemerdekaan, Bung Karno dan sejumlah tokoh berkumpul untuk berdiskusi merumuskan Undang-Undang Dasar negara.

Baca Juga: Makam Pahlawan Nasional KH. Abdul Wahab Chasbullah, Tokoh Pendiri NU, Jadi Wisata Religi di Jombang, Lokasinya di…

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Sumber: Buku Mencari Supriyadi: Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X