Kebaya rupanya menjadi lambang kesederhanaan, kelembutan, keanggunan hingga keteguhan wanita Indonesia.
Dari modelnya yang sederhana dan dipadupadankan dengan kain jarik, menjadikan kebaya sebagai lambang sifat lemah gemulai wanita Indonesia.
Lilitan kain yang ketat pada kebaya juga mengandung filosofi bahwa seorang wanita harus lembut saat berbicara dan halus dalam bersikap.
Kebaya yang dijahit mengikuti bentuk tubuh pemakainya juga bermakna bahwa wanita harus adaptif juga mandiri.
Sementara ikat pinggang kebaya atau stagen melambangkan usus yang panjang yang dalam filosofi jawa memiliki makna kesabaran tinggi.
Dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, pemerintah pun mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO.
Pemerintah bahkan menetapkan tanggal 24 Juli sebagai hari kebaya sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan budaya Indonesia ini.***
Artikel Terkait
Mengulik Sejarah Bubur Suro, Wasilah Nabi Nuh Sebagai Penyatu Perbedaan Perspektif Serta Filosofi dalam Tradisi Islam dan Jawa
Punya Filosofi Mendalam, Kupas Makna Kue Apem, Sudah Ada Sejak Zaman Wali Songo, Berasal dari Bahasa Arab?
Mengenal Makna Filosofi Soto Kudus Sebagai Kuliner Khas Kota Kudus, Kaitannya dengan Penggunaan Daging Kerbau?
Kenapa Masjid Gede Mataram Kotagede Dikelilingi Air? Tempat Ibadah yang Dibangun Panembahan Senopati Ini Punya Filosofi Keren
Inilah Makam Syekh Sulukhi di Nganjuk, Seorang Ulama Islam Terkenal Keturunan Majapahit, Lokasinya di…
Cikal Bakal Kabupaten Lumajang? 5 Fakta Kerajaan Lamajang Tigang Juru Wilayah Kekuasaan Arya Wiraraja Bagian dari Majapahit
Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?